KPP Pratama Semarang Timur Sosialisasikan Pajak di Kampus UNDIP

Rabu, 20 Mei 2015, suasana pagi itu amat cerah di saat sebagaian orang melaksanakan upacara bendera sebagai peringatan hari Kebangkitan Nasional, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mempersiapkan sebuah acara yang tidak kalah penting dalam peringatan hari kebangkitan nasional.

Di tengah hiruk pikuk keramaian mahasiswa yang menimba ilmu di kampus yang megah itu Himpunan Mahasiswa Program Studi Keuangan Daerah sudah menunggu kehadiran para petugas Pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Semarang Timur. Pukul 08.00 WIB, Pembawa Acara mempersilakan seluruh peserta dan pemateri berdiri dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Suara lantang para mahasiswa dan tim sosialisasi pajak menggema di aula kampus berwarana orange tersebut. Panitia acara dari HMPS Keuangan Daerah menyampaikan harapan yang disampaikan oleh Fityay Afifah Azatil Isma’ selaku ketua Panitia Acara dan Novi Nur Fauziyyah sebagai Ketua HMPS Keuangan Daerah mewakili harapan-harapan dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik untuk menimbulkan kesadaran pajak untuk generasi muda dalam peringatan hari kebangkitan nasional.

Drs. Purwoko, MS selaku Ketua Jurusan Keuangan Daerah menyambut apresiasi para mahasiswa yang memang memiliki kesadaran besar akan perpajakan dengan membuka acara tersebut dan mempersilakan tim sosialisasi pajak dari KPP Pratama Semarang Timur.

Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tersebut nampak penuh dengan sekitar 120 peserta yang merupakan mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 yang nampak antusias mengikuti acara tersebut. Pemateri Siswanto selaku Kepala Seksi Waskon III serta Agus Nugroho selaku Kepala Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan, diikuti oleh tim lainnya yang menyukseskan acara tersebut.

Nampak semakin menarik bagi mahasiswa, melihat narasumber tidak memperlihatkan kesan seram dan garang sesuai ekspektasi mereka. Para narasumber nampak menggunakan setelan celana jeans dengan kaos seragam warna merah putih bertuliskan angka 504 di dada sebelah kiri.

Perlu diketahui 504 merupakan kode Kantor Pelayanan Pajak Semarang Timur. Para narasumber pun tidak hanya didominasi oleh para pejabat eselon IV namun juga oleh para fiskus muda yang menambah semangat acara tersebut. Alumni dari Universitas Diponegoro yang kini menjadi fiskus di KPP Semarang Timur diperkenalkan oleh Siswanto sebagai pembuka acara sesi pertama, Aldy Nurian Aryandhita, S.H. kemudian Devi Indriani, S.E, serta Scolastika Andyna Tiara Kusuma, A.Md. diperkenalkan sebagai fiskus muda dengan harapan baru dan gebrakan baru sebagai penerus tongkat estafet Dierektorat Jenderal Pajak (DJP).

Sesi pertama dibuka oleh Siswanto yang menyampaikan materi tentang Pengenalan Perpajakan. Pemaparan dikemas dalam bahasa yang tidak terlalu berat dan mudah dicerna para mahasiswa dengan baik. Hak dan kewajiban Wajib Pajak diberikan dengan baik dan dapat dicerna oleh para peserta, perbedaan tentang cakupan pajak daerah dan pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak juga diberikan.

Hal tersebut juga disampaikan agar peserta dapat membedakan apa saja yang menjadi kewenangan Dierktorat Jenderal Pajak dan apa saja yang masuk ke dalam wilayah Pemerintah daerah. Di akhir sesi pertama diberikan suguhan ice breaking yang membuat semua peserta berdiri dan melakukan gerakan kecil dan bergoyang mengikuti para fiskus yang memberikan contoh dengan amat luwes.

Berlanjut ke sesi kedua Agus Nugroho memberikan materi tentang nilai-nilai Kementerian Keuangan. Diberikan lah materi dari Agus mengenai Nilai-nilai Kementerian Keuangan yang terdiri dari 5 (lima) nilai. Integritas yang menjadi nilai pertama berwujud kejujuran yang menjadi harga mati dalam mengemban tugas negara.

Nilai kedua yakni profesionalsime tidak kalah pula ditunjukkan dalam proses acara ini, mereka mempersiapkan segala sesuatu dengan amat matang dan lengkap. Nilai ketiga yakni sinergi ditunjukkan sebagai salah satu kerjasama yang baik di internal maupun dengan eksternal, para fiskus siap diajak bekerja sama dengan HMPS Keuangan Daerah untuk menyukseskan acara tersebut.

Tentu kerja sama yang dimaksud disini merupakan kerja sama yang baik guna memajukan bangsa dan negara. Nilai keempat yakni pelayanan, ditunjukkan oleh para fiskus dengan pelayanan kepada mahasiswa yang meminta untuk datang dan membagikan ilmu dalam bentuk yang baik dan dengan setulus hati.

Nilai terakhir yakni kesempurnaan yang ditunjukkan dengan pembaharuan produk hukum dan standard kinerja menjadi lebih baik dan semakin baik yang selalu dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Pemateri sudah selesai menyampaikan materinya dan dibukalah sesi tanya jawab.

Sangat banyak mahasiswa yang memberikan pertanyaan dan mengisyaratkan bahwa sepanjang acara memang banyak sekali ilmu yang ingin mereka serap. Namun waktu yang terbatas membuat tim tidak dapat memberikan seluruh pengetahuan yang dimiliki untuk mahasiswa yang amat haus ilmu pengetahuan terutama dalam bidang perpajakan.

Pertanyaan dijawab dengan ringkas dan jelas dengan para pemateri, tidak kalah lagi diberikan souvenir dan hadiah bagi mereka yang memberikan pertanyaan dan tentu bagi seluruh peserta diberikan souvenir yang menarik. Acara seperti inilah yang dibutuhkan mahasiswa, tidak lagi hanya mengandalkan dosen yang memberikan ilmu di kelas.

Mereka harus mendatangkan langsung ahli-ahli dalam bidangnya untuk melakukan sharing dalam hal keilmuan. Bagi para fiskus, mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang paling kritis dan potensial, usia yang beranjak dewasa membuat tim tergugah untuk menyadarkan mereka tentang perpajakan dan membuat tim tertantang untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang perpajakan.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.