KPP Rantau Prapat Sosialisasikan PMK-91 Untuk Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015

Foto Bersama Panitia dan Peserta Sosialisasi PMK-91

Pajak sangat dekat di kalangan masyarakat dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam denyut nadi kehidupan suatu Negara. Seperti yang pernah dikatakan oleh Adam Smith dalam sebuah bukunya, bahwa sebuah Negara dapat dikatakan maju apabila pajak di Negara tersebut telah mampu menopang penerimaannya secara penuh.

Meski belum sampai pada titik tersebut, Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan dalam hal perpajakan, agar mencapai pada tahap kategori Negara maju, menurut Adam Smith tersebut.

Namun masih banyak masyarakat yang kurang peduli untuk mengetahui tentang pajak itu sendiri, dan dengan adanya perubahan peraturan maupun sistem perpajakan yang terjadi secara dinamis, tanpa diikuti dengan kepedulian dan rasa memiliki yang tinggi, sehingga pengetahuan masyarakat akan pajak semakin tertinggal. Untuk itu diperlukan sebuah pendekatan agar rasa peduli dan rasa memiliki masyarakat dapat tumbuh dan terpupuk.

Berlatar belakang hal tersebut, pada 26 Mei 2015, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Rantau Prapat mengadakan sebuah kegiatan penyuluhan, sebuah acara sosialisasi aktif kepada Wajib Pajak-Wajib Pajak di wilayah kerja Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, yang diadakan di aula Hotel Permata Land.

Salah satu hal yang ingin dicapai dalam kesempatan kali ini, jelas, edukasi kepada Wajib Pajak di wilayah kerja KPP Pratama Rantau Prapat, khususnya sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan nomor 91 tahun 2015 tentang Pemanfaatan Penghapusan Sanksi Pajak.

Acara Penyuluhan dibuka pada pukul 9.30 WIB, dengan dihadiri oleh Kepala KPP Pratama Rantau Prapat, dan para pejabat eselon IV KPP Pratama Rantau Prapat serta para Account Representative (AR) serta Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan.

Selain menjadi sarana sosialisasi, penyuluhan tersebut juga menjadi sarana silahturahmi antara petugas pajak dengan Wajib Pajak. Mengawali acara, doa dibawakan sebagai pembuka. Tak lupa juga, untuk meningkatkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Negeri,

MC mengajak seluruh hadirin untuk bangkit berdiri, dan mengumandangkan lagu Bagimu Negeri dan yel-yel DJP BISA. MC memulai acara dengan memberikan pertanyaan tentang dasar perpajakan Indonesia, yang dijelaskan secara langsung oleh Kepala KPP Pratama Rantau Prapat.

Tidak hanya memaparkan data dan fakta perpajakan Indonesia, secara global, pada kesempatan itu juga, Kepala KPP Pratama Rantau Prapat memaparkan data dan fakta perpajakan di wilayah kerja KPP Pratama Rantau Prapat, yang mencakup Labuhanbatu Induk, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara.

Pun, dengan penuh kebanggaan, Kepala KPP Pratama Rantau Prapat memberitahukan bahwa pencapaian penerimaan pajak yang telah dicapai di tahun 2014 mencapai target. “Seiring dengan pencapaian Rantau Prapat yang sangat positif, bila dibandingkan target penerimaan, maka KPP Pratama Rantau Prapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi dengan target penerimaan tahun 2015 yang mencapai 1 Triliun. Dan hal ini tidak akan bisa tercapai, tanpa partisipasi aktif seluruh Wajib Pajak di wilayah kerja KPP Pratama Rantau Prapat.” serunya.

Selain Kepala KPP Pratama Rantau Prapat, pada acara penyuluhan tersebut, para pejabat eselon IV turut angkat bicara, tentang langkah-langkah rencana yang akan dilakukan oleh para AR KPP Pratama Rantau Prapat.

Setelahnya, acara inti pun dimulai, yakni transfer knowledge, penyuluhan perpajakan, dengan mengambil topik Peraturan Menteri Keuangan yang sedang up to date: Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.03/2015 Tentang Pengurangan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi Atas Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, dan Keterlambatan Pembayaran atau Penyetoran Pajak.

Materi PMK-91 tersebut dibawakan oleh Roy Isnan, AR KPP Pratama Rantau Prapat. Pada kesempatan itu, Roy Isnan menjabarkan poin-poin penting terkait PMK-91, sekaligus penegasan bahwa tahun 2015 adalah Tahun Pembinaan, dan merupakan momentum yang tepat bagi seluruh Wajib Pajak untuk memanfaatkan penghapusan sanksi pajak.

Selain Roy Isnan dengan materi PMK-91, turut juga Rezdiana, AR KPP Pratama Rantau Prapat, memberikan penyuluhan perihal MPN G-2 (Modul Penerimaan Negara Generasi 2). “MPN G-2 adalah sistem elektronik yang terintegrasi untuk pengelolaan penerimaan negara sehingga memberikan kemudahan bagi wajib pajak, agar semua setoran dapat diaplikasikan dengan lebih praktis, cepat dan aman melalui internet banking, mobile banking, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) maupun setor melalui teller bank.” jelasnya.

Ada pun dasar hukum dari MPN G-2, dipaparkan oleh Rezdiana, adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/PMK.05/2014 tanggal 10 Februari 2014 Tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik. Setelah sesi presentasi oleh Roy Isnan dan Rezdiana, MC mengambil alih acara dan mempersilahkan para hadirin untuk sesi tanya jawab.

Pada sesi tanya jawab, para peserta sangat antusias untuk bertanya perihal penghapusan sanksi sesuai dengan PMK-91 serta penerapan MPN G-2. Sebagai penutup, doa pun dibacakan. Bahkan, untuk mengakrabkan diri antara Wajib Pajak dan Pegawai KPP, Kepala KPP Pratama Rantau Prapat mengajak seluruh undangan untuk berfoto bersama dengan panitia.

Dan tentu saja, tidak lupa Kepala KPP Rantau Prapat mengajak seluruhnya untuk meneriakkan yel-yel kebanggaan KPP Pratama Rantau Prapat: ‘One Team, One Spirit, One Goal’.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.