'KR' Media Massa Paling Sering Beritakan Perpajakan

YOGYA (KRjogja.com) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY memberikan penghargaan (apresiasi) kepada 32 wajib pajak dan mitra Kanwil DJP DIY yang telah melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan dengan tertib selama tahun 2014, di Bangsal Kepatihan Danurejan Kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (09/06/2015). Para wajib pajak dan mitra yang menerima penghargaan tersebut terdiri 5 wajib pajak badan, 5 wajib pajak orang (pribadi), 5 wajib pajak bendahara, 5 wajib pajak inspiring tax payer, 5 bank dan pos tempat pembayaran persepsi, 3 media cetak dan 4 media elektronik.

Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat penghargaan tersebut karena paling sering memuat pemberitaan yang berkaitan dengan perpajakan. Penghargaan di serahkan Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Direktorat Pajak Pajak Mekar Satria Utama didampingi Kepala Kanwil DJP DIY Rudy Gunawan Bastari dan diterima Direktur Keuangan PT BP Kedaulatan Rakyat Imam Satriadi SH.

Rudy Gunawan Bastari mengatakan, target penerimaan pajak DIY tahun 2015 sebesar Rp 4,514 triliun dan sudah direalisasikan Rp 1,189 triliun (26,35%), dengan pertumbuhan 15,16%. Menurutnya, pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pimpinan daerah kepada masyarakat wajib pajak yang telah menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, Pajak Penghasilan (PPh) degnan tepat waktu.

"Penghargaan yang diberikan ini diharapkan bisa mengapresiasi para wajib pajak lainnya untuk mau membayarkan pajaknya sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga perolehan pajak DIY meningkat" katanya.

Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito mengatakan, kepatuhan wajib pajak di DIY tahun 2015 ini mengalami peningkatan. Dari target 72,5 persen kepatuhan menjadi 73,7 persen. Dengan raihan itu, Sigit menilai para wajib pajak di DIY, relatif sudah sadar dibanding daerah lain. "Kepatuhan ini harus ditingkatkan lagi tahun depan, sehingga kesejahteraan rakyat tercapai," ujarnya.

Dikatakan, tahun 2015 ini merupakan tahun pembinaan pajak, semua wajib pajak akan dibina sehingga mengerti tentang perpajakan. Kemudian tahun 2016 adalah tahun law of inforcement, para wajib pajak dianggap sudah mengerti pajak, sehingga jika terjadi pelanggaran akan dikenai sanksi. Tahun 2017 adalah tahun rekonsiliasi, Dirjen Pajak akan dipisah dari Kementerian Keuangan dan menjadi Badan Penerimaan Perpajakan tersendiri dibawah presiden langsung, sehingga lebih leluasa dalam pengelolaan. Sedangkan 2018 adalah tahun sinergi antarinstansi wajib pajak. "Tahun 2018 diharapakan kesadaran membayar pajak sudah terbangun bagus," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, pajak sejatinya merupakan iuran rakyat untuk negara berdasarkan undang-undang yang berlaku. Pajak menjadi sumber utama pembangunan yang nantinya dikembalikan bagi kesejahteraan rakyat. "Semakin maju negara, semakin tinggi kesadaran wajib pajaknya, ditunjukkan dengan tax ratio," kata Sultan.

Penghargaan yang diterima wajib pajak mengindikasikan karakter wajib pajak yang terpuji karena kepatuhannya membayar pajak. Selain itu memunculkan kebanggaan sebagai warga negara yang sadar pajak. "Para wajib pajak ini, tahun depan harus berusaha untuk meningkatkan jumlah kewajiban pajaknya," kata Sultan. (R-2)


Isi komentar tanggung jawab pengirim, bukan tanggung jawab redaksi.

BERITA TERKAIT

  • 'Mithompel' Permudah Belajar Anatomi Manusia
  • Kraton Surakarta Pererat Ulama
  • Asuransi Cakrawala Proteksi Resmikan Cabang Pontianak
  • Iring-iringan Pawai Gay Diserang Massa
  • Dimsum on Sunday di Grand Tjokro, Lengkap dan Lezat

  • Kedaulatan Rakyat Group

    • koran kedaulatan rakyat
    • koran minggu pagi
    • koran merapi
    • kr radio
    • majalah ultra
    • KR Indo Wisata

    © 2015 Kedaulatan Rakyat Yogyakarta | Mobile Site | Download | Tentang | Redaksi

    sumber



    Share

    & Comment

    0 comments:

    Post a Comment

    No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

     

    Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.