Menkeu: Saya Diprotes Pengusaha Mebel hingga Kompor

Jakarta -Kebijakan pemerintah merevisi aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Khususnya dari kalangan dunia usaha.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui, dirinya menerima banyak protes dari pengusaha mebel dalam negeri. Karena di tengah ekonomi yang lesu, dibutuhkan insentif yang mampu mendorong penjualan produknya.

"Industri mebel misalnya, komplain ke saya karena mebel kena PPnBM. Padahal penjualan lagi lesu," ungkap Bambang, di kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Lewat kebijakan penghapusan PPnBM, harga mebel di dalam negeri akan lebih murah. Sehingga para pengusaha bisa meningkatkan penjualannya.

"Kalau harga murah kan pasti banyak yang belanja, dan itu bisa meningkatkan industri dalam negeri," terangnya.

Selain itu, protes juga pernah datang dari pengusaha ubin, lampu, permadani, kursi, dan kompor dalam negeri. Persoalan yang dialami juga sama dengan pengusaha meubel yang mengalami penurunan penjualan.

"Kemudian juga industri ubin juga. Kompor juga sekarang itu masih kena PPnBM. Makanya dihapuskan," kata Bambang.

Bambang mengharapkan, lewat penghapusan PPnBM ini, daya beli masyarakat meningkat. Sehingga mampu menggairahkan industri dalam negeri. Agar selanjutnya juga meningkatkan investasi.

"Kami juga ingin dorong supaya industri dalam negeri, semangat untuk produksi barang. Karena kena PPnBM itu saja sudah menperberat orang berinvestasi," pungkasnya.

(mkl/dnl)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.