Penerimaan Pajak Bocor, Alasan Menteri Keuangan Sedih

JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kebocoran penerimaan pajak dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama ini terus terjadi. Hal ini membuat dirinya sedih.

"Kebocoran di PPN ini sudah gila-gilaaan. Restitusi naik terus. Kadang-kadang melihatnya sedih. Karena dengan mudahnya pajak hilang sekian karena harus dikembalikan," tegas Bambang di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Menurut Bambang, ha ini dikarenakan Wajib pajak (WP) nakal menggunakan modus faktur pajak fiktif untuk memanipulasi kewajiban pajaknya.

"Karena banyak faktur pajak bodong seperti di Banten 80 persen itu bodong," terang Bambang.

Untuk menyelesaikan masalah ini, pihaknya pun pada 1 Juli 2015 akan menerapkan e-tax invoice pada perusahaan yang berada di pulau Jawa-Bali. Penerapan ini akan melalui sistem online, sehingga semua data akan terlihat.

"PPN mulai 1 Juli semua perusahaan di Jawa-Bali harus pakai e-tax invoice untuk kurangi faktur pajak fiktif," paparnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.