Ratusan Perusahaan Gunakan Air Tanah di Bekasi

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sedikitnya ada 500 perusahaan di wilayah setempat yang masih menggunakan air tanah.

Semestinya, perusahaan ini menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) namun karena instalasi pipa PDAM belum tersambung ke perusahaan tersebut, pemerintah tidak melarang dan mengawasi penggunaan air tanah tersebut.

"Ratusan perusahaan itu telah memiliki izin dan selalu membayar pajak penggunaan air tanah sesuai ketentuan Perda (Peraturan Daerah)," ujar Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Dadang Hidayat, saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Selasa (16/6).

Pengawasan terhadap penggunaan air tanah ini dilakukan agar penggunaan air tanah tidak dilakukan secara berlebihan dan bisa menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah.

Dia menjelaskan, ratusan perusahaan yang belum tersambung dengan pipa PDAM tersebut berlokasi di daerah Kecamatan Bantargebang, Medansatria dan Bekasi Barat.

Selain diwajibkan membayar pajak, perusahaan harus membuat sumur resapan sebagai cadangan pengganti kandungan air.

"Kedalaman sumur minimal 18 meter dengan diameter permukannya mencapai 3 meter," kata Dadang.

Pihaknya berharap, dengan adanya sumur resapan tersebut dapat menjaga ketersediaan air tanah di sekitar lokasi perusahaan.

"Penggunaan air ini tak akan berdampak buruk terhadap permukaan tanah sebab sudah ada aturan pembatasan penggunaan air dengan memasang alat pengukur," imbuhnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan peta BPLH wilayah perusahaan itu berwarna hijau artinya posisi air berada di bawah 100 meter, diperbolehkan menggunakan air tanah.

Namun, kalau wilayahnya berwarna merah artinya posisi air berada di atas 300 meter, tidak diperbolehkan menggunakan air tanah.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada semua pihak untuk membuat lubang biopori sebagai wadah persediaan air.

Terkait pembuatan lubang biopori ini, pihaknya sejak 2014 lalu telah membuat sedikitnya 2.000 alat bor manual untuk pembuatan lubang biopori yang diberikan kepada masyarakat secara gratis.

Bahakan, tahun ini pihaknya, kata Dadang, akan mengadakan 2.000 alat bor manual bantuan swasta dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Suara Pembaruan

Mikael Niman/FEB

Suara Pembaruan

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.