Tarif PPh Pasal 22 atas Barang Impor Naik Jadi 10%

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas barang impor tertentu. Kenaikkan tarif ini untuk mengurangi dampak peningkatan impor yang masuk setelah dihapuskannya pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"PPh Pasal 22 impor, pada 2013 kan pernah kita naikkan untuk barang konsumsi dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Sekarang kita naikkan lagi menjadi 10 persen," kata Bambang, dalam konferensi pers, di Kantor Pusat DJP, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2015).

Bambang menjelaskan, kenaikan ini ditempuh untuk meningkatkan kepatuhan pemenuhan perpajakan Wajib Pajak, khususnya Wajib Pajak yang bergerak di bidang usaha tertentu melalui mekanisme pemotongan atau pemungutan PPh. Selain itu, untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap industri dalam negeri.

"Mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. PMK sudah ditandatangani, tinggal proses pengundangan di Kemenkumham satu sampai dua hari. Practically minggu depan efektif," ujar dia.

Bambang menerangkan, dengan adanya kebijakan ini maka harga sejumlah barang-barang produksi dalam negeri seperti perabot rumah tangga dan kantor akan lebih murah dibandingkan dengan impor.

"Jadi, kalau barang-barang yang PPnBM-nya tadi hilang itu berasal dari impor, maka berikutnya PPh 22 impornya akan naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen. Kalau lokal kelebihannya dia tidak harus bayar PPh Pasal 22 impor. Ini karena dia produksi dalam negeri," tuturnya.

Adapun barang-barang yang dihapuskan dari PPnBM namun terkena kenaikan PPh pasal 22 yakni peralatan elektronik, alat olahraga, alat musik, branded goods, serta perabot rumah tangga dan kantor. Peralatan elektronik ini meliputi AC, lemari es, mesin cuci, TV, kamera. Sementara alat olahraga meliputi alat pancing, peralatan golf, selam, dan selancar.

Alat musik meliputi piano dan alat musik elektronik juga dibebaskan PPnBM-nya namun dinaikkan PPh Pasal 22 impornya. Beranded goods meliputi pakaian, parfum, aksesoris, tas, arloji, barang dari logam. Sedangkan, perabot rumah tangga dan kantor meliputi karpet, kasur, furnitur, porselein, dan kristal.

Walaupun PPh Pasal 22 impor dinaikkan menjadi 10 persen, namun secara total harga jual dari barang-barang tertentu itu masih lebih murah. Sebab, PPnBM yang sudah dibebaskan sebesar 40 persen. "Jadi, secara total nilainya akan turun, karena meskipun naik jadi 10 persen, kan PPnBM-nya hilang 40 persen," tutup Bambang.
ABD

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.