Tingkatkan Soft Skill Fiskus, KPP Pratama Jakarta Palmerah Selenggarakan IHT Transfer Pricing

IHT tranfer pricing pajak

Pemerintah telah menetapkan target penerimaan pajak tahun 2015 sebesar 1.295 Trilyun dan dari jumlah tersebut, sebesar  2,4 trilyun  menjadi target penerimaan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Palmerah. Untuk mencapai taget penerimaan tersebut, tentunya  diperlukan extra effort di berbagai sektor.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan soft skill pegawai dalam upaya menggali potensi penerimaan 2015, maka bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada  20 Mei 2015, KPP Pratama Jakarta Palmerah menggelar In House Training (IHT) Transfer Pricing.

Transfer Pricing merupakan merupakan bagian dari suatu kegiatan usaha dan perpajakan yang bertujuan untuk memastikan apakah harga yang diterapkan dalam transaksi antara perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa telah didasarkan atas prinsip harga pasar wajar (Darussalam dan Danny Septriadi, Konsep dan Aplikasi Cross-Border Transfer Pricing untuk Tujuan Perpajakan,h.7). 

Pada Tranfer Pricing, transaksi barang dan jasa antara beberapa divisi dilakukan dengan harga yang tidak wajar, bisa dengan menaikkan (mark up) atau menurunkan harga (mark down) dan dilakukan kelompok usaha yang mempunyai hubungan istimewa, grup perusahaan dan  perusahaan global (Multi-National Enterprise).

Kategori hubungan istimewa di Indonesia, diatur Pasal 18 UU No.36/2008 yaitu penyertaan modal minimal 25 persen, keterkaitan pengelolaan manajemen dan hubungan keluarga sederajat sedarah maupun semenda.

Apabila Wajib Pajak tidak bisa menunjukkan bukti pendukung kewajaran harga transaksi, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  akan menetapkan harga transaksi yang wajar antara pihak-pihak yang terafiliasi. Namun ada pengecualian, kewajiban pelaporan transfer pricing dibatasi untuk nilai minimal sebesar Rp.10 milyar dalam satu tahun pajak.

Tujuan dari transfer pricing, pertama, untuk mengatur jumlah profit sehingga pembayaran pajak dan pembagian dividen menjadi rendah. Kedua, menggelembungkan profit untuk memoles (window-dressing) laporan keuangan. Dari transaksi transfer pricing ini, negara bisa dirugikan triliunan rupiah.

Peserta IHT kali ini, terdiri dari para Accout Representative dan Para Fungsional  Pemeriksa Pajak di KPP Pratama Jakarta Palmerah. Kegiatan diadakan selama 2 hari pada 20 Mei 2015 s.d 21 Mei 2015 dengan mengundang tim pembicara dari Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Kantor Pusat DJP yakni Hendrawan Yunendra dan Benny Mangoting, beserta tim.

Menurut koordinator pelaksana IHT, Nazariati Hafni, IHT ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill pegawai dalam menggali potensi penerimaan dari Wajib Pajak.

Senada dengan Hafni, Kepala KPP Jakarta Palmerah, Herianto, berharap agar IHT ini bisa meningkatkan kualitas pegawai dalam memberikan pelayanan prima kepada Wajib Pajak khususnya Wajib Pajak di wilayah kerja KPP Pratama Jakarta Palmerah.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.