World Bank Kunjungi KPP Wajib Pajak Besar Satu

Pada 11 Juni 2015, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Satu mendapatkan kunjungan dari World Bank. Tim dari World Bank tersebut dipimpin oleh Richard Highfield bersama dengan anggotanya, William Hebb. Maksud dari kunjungan delegasi World Bank tersebut adalah dalam rangka scoping permasalahan yang dihadapi oleh unit vertikal DJP mulai dari KPP Wajib Pajak Besar, KPP Madya serta KPP Pratama. Delegasi tersebut ingin berdiskusi mengenai masalah proses bisnis serta tantangan dalam mencapai target penerimaan pajak yang semakin besar.

Mengawali diskusi, Aim Nursalim Saleh, Kepala KPP Wajib Pajak Besar Satu memperkenalkan seluruh timnya dan menjelaskan mengenai milestone serta struktur organisasi KPP Wajib Pajak Besar Satu. Setelah itu, Aim menjelaskan mengenai profil penerimaan dan peranan KPP Wajib Pajak Besar Satu dalam pencapaian target penerimaan Kanwil dan nasional.

Delegasi dari World Bank kemudian mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan masalah penerimaan, pelayanan, kepatuhan Wajib Pajak, sistem informasi yang digunakan sampai ke masalah pemeriksaan. Kepala KPP Wajib Pajak Besar Satu, Aim Nursalim Saleh menjelaskan bahwa penerimaan pajak mulai tahun 2012 sampai sekarang cenderung menurun karena banyak faktor, antara lain masalah regulasi dan kebijakan pemerintah sampai dengan kurangnya SDM untuk melakukan penggalian potensi.

Aim juga menyampaikan bahwa tenaga pemeriksa pajak (auditor) juga terserap untuk melakukan pemeriksaan SPT LB yang jumlahnya sangat besar setiap tahunnya. Padahal, pemeriksa pajak juga dituntut untuk menyelesaikan pemeriksaan khusus yang  sebenarnya berperan dalam pencapaian target penerimaan.

Setelah melakukan diskusi selama lebih kurang 1 jam 15 menit, Aim membawa delegasi World Bank mengunjungi Seksi Pengawasan dan Konsultasi dimana salah satu AR memperagakan bagaimana sistem informasi DJP (SIDJP) digunakan untuk membantu pekerjaan AR.

AR juga menjelaskan perbedaan antara workflow dan case management yang menjadi pertanyaan delegasi World Bank saat diskusi. Setelah mengunjungi seksi Pengawasan dan Konsultasi, Aim membawa delegasi ke Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) KPP Wajib Pajak Besar.

Di sini, salah satu pegawai menjelaskan proses bisnis mulai dari saat Wajib Pajak datang sampai Wajib Pajak selesai mendapatkan pelayanan perpajakan. Aim juga menunjukkan adanya Help Desk yang membantu Wajib Pajak yang mempunyai pertanyaan umum terkait dengan perpajakan.

Setelah foto bersama, delegasi World Bank bersama tim dari Subdit Kerjasama dan Kemitraan, Direktorat P2Humas meninggalkan KPP Wajib Pajak Besar Satu dan menuju KPP Madya Jakarta Utara serta KPP Jakarta Pratama Menteng Dua.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.