Alhamdulillah, Yunani Tak Lagi Menunggak Utang ke IMF

indopos.co.id – Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras bisa sedikit bernapas lega. Kamis (23/7/2015) parlemen menyetujui rancangan undang-undang (RUU) reformasi kebijakan tahap kedua. Isinya mengatur percepatan sistem hukum dan perubahan pada sistem perbankan. RUU reformasi tahap pertama terkait kenaikan pajak dan pengetatan bujet. Seluruhnya merupakan syarat dari kreditor untuk mendapatkan pinjaman dana bailout 86 miliar euro (sekitar Rp1.266,4 triliun).

Tak seperti pembahasan tahap pertama yang cukup alot, pada tahap kedua ini perdebatan relatif lebih singkat. Sebanyak 230 di antara 300 anggota legislatif memberikan dukungan. Sayang, lagi-lagi yang menolak justru dari partai Tsipras sendiri, yaitu Syriza. Sebanyak 36 di antara 149 anggota legislatif dari Syriza menyatakan penolakannya.

Saat debat berlangsung, ribuan demonstran yang berkumpul di luar gedung parlemen menyerukan penolakan terhadap RUU tersebut. Awalnya demo berlangsung dengan damai namun berubah menjadi ricuh ketika salah seorang demonstran melemparkan bom molotov ke arah polisi yang berjaga.

Sebagian penduduk memang menolak syarat yang diajukan kreditor. Awalnya Tsipras juga bersikap demikian dan mengancam keluar dari Euro Zone. Dia menolak mentah-mentah proposal tawaran dari kreditor. Namun, karena tidak memiliki daya tawar, mau tak mau dia akhirnya menyerah dan menerima persyaratan-persyaratan yang memberatkan penduduk agar bisa mendapatkan pinjaman uang demi menjalankan roda perekonomian negara. Tsipras juga menyatakan sejatinya tidak senang dengan syarat-syarat yang diajukan para kreditor yang dianggap mengekang.

"Kami membuat pilihan yang sulit dan saya pribadi membuat pilihan yang berat tapi bertanggung jawab. Kami memilih kompromi yang sulit untuk menghindari rencana yang paling ekstrem oleh lingkaran paling ekstrem di Eropa,' ujar Tsipras saat meminta dukungan kepada parlemen. RUU selanjutnya yang dibahas bulan depan berkaitan dengan pensiun dini dan peningkatan pajak untuk para petani.

Meski banyak yang kecewa, banyak pula yang telah menikmati hasil dari kesepakatan awal antara Yunani dan para kreditor. Rabu lalu (22/7/2015) Bank Sentral Eropa (ECB) telah meningkatkan bantuan kucuran dana segar ke bank-bank di Yunani sebesar 900 juta dolar AS (sekitar Rp13,2 triliun). Itu merupakan suntikan dana kedua dari ECB sepanjang kurun waktu seminggu ini.

Bukan hanya itu. Negeri Para Dewa Dewi tersebut berhasil membayar utang di IMF yang telah jatuh tempo sebesar 2,05 miliar dolar AS (sekitar Rp30,15 triliun). IMF telah menghapus Yunani dari daftar negara yang menunggak utang. Ibarat gali lubang tutup lubang, 20 Agustus nanti Yunani kembali harus membayar utang ke ECB sebesar 3,2 miliar dolar AS (Rp47,01 triliun). Disusul dengan membayar cicilan lagi ke IMF pada September sebesar 1,5 miliar euro (Rp22,07 triliun).(afp/reuters/bbc/sha/c10/ami/riaupos)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.