Bea Cukai Tangkap Ikan Hasil Ekspor Ilegal Rp9,7 Miliar

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan Badan Karantina Hewan Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap ekspor ilegal ikan senilai Rp9,7 miliar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro menyatakan, pihak Bea Cukai telah melakukan penegahan yang terdiri dari 14 dokumen dan 19 kontainer yang semuanya berisi komoditi perikanan.

"Nilainya Rp9,7 miliar. Dengan tujuan Vietnam, Singapura, Srilanka, Amerika Serikat (AS) dan Malaysia," kata Bambang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Penangkapan tersebut, lanjut Bambang dikarenakan tidak teregistrasinya perusahaan ekspor tersebut serta tidak dilengkapi keterangan kesehatan dari produk ikan yang akan diekspor.

"Kalau enggak dicegah padahal belum ada keterangan kalau ikan itu aman, dikonsumsi negara lain dan merugikan nanti yang jelek namanya Indonesia. Jadi penting untuk kita jaga kualitas ikan kita. Bukan sekedar berapa besar ekspor nya," tambah Bambang.

Adapun jenis ikan yang dilakukan penegahan yaitu frozen shark fish (Ikan hiu beku), frozen shrimps (udang beku), dry fish (ikan kering), salted jellyfish (ubur-ubur yang diasinkan), assorted dry fish and kooney (aneka ikan kering), dried shark skin and bone (kulit dan tulang hiu kering), mixed fish (aneka ikan), frozen tuna loin (daging tuna beku), frozen muroaji for bait (Ikan muroaji buat umpan), dan frozen Spanish mackarel (Makarel Spanyol beku).

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.