DJP Luncurkan e-Faktur bagi PKP di Wilayah Jawa dan Bali

Dalam rangka inovasi dengan memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan mudah bagi Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meluncurkan penggunaan e-Faktur untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) wilayah Jawa dan Bali.

Tujuan dari penggunaan e-Faktur ini adalah agar pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan transaksi mudah dicek silang sekaligus proteksi bagi PKP dari pengkreditan Pajak Masukan yang tidak sesuai ketentuan. Acara Launching e-Faktur dihadiri oleh pejabat eselon I Kementerian Keuangan, para eselon II DJP, dan asosiasi pengusaha.

Dalam sambutannya, Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Mekar Satria Utama mengatakan bahwa DJP terus memperbaiki sistem administrasi perpajakan dalam rangka mengelola penerimaan negara.

"Ditjen Pajak telah melakukan serangkaian sistem administrasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dimulai dengan registrasi ulang PKP, pemberlakuan e-SPT PPN untuk semua Wajib Pajak badan, peningkatan validasi Faktur Pajak berupa pembenahan sistem penomoran Faktur Pajak (e-Nofa), dan dimulai pada hari ini (1 Juli 2015) dipergunakan e-Faktur untuk seluruh Pengusaha Kena Pajak di wilayah Jawa dan Bali," ungkapnya.

Selanjutnya Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa e-Faktur Pajak bukanlah hal yang tiba-tiba. "Implementasi e-Faktur Pajak ini bukan merupakan hal yang tiba-tiba, karena telah dirumuskan dalam program Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan RI", terangnya.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.