Kejagung Ambil Alih Kasus Bos, Bansos dan Bagi Hasil di Sumut

indopos.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung)telah mengambil alih penyelidikan dugaan korupsi senilai Rp2 triliun melalui penggunaan dana Bantuan Sosial (Bansos), dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bagi Hasil Pajak, tahun anggaran 2011-2013.

"Tadinya kasus itu diselidiki oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, namun setelah ada persoalan dan berbuntut penangkapan para hakim di PTUN Medan, kasus itu diambil alih oleh Kejagung. Maksudnya kasus dugaan korupsi. Sedangkan kasus gratifikasi tetap ditangani oleh KPK," ungkap Jaksa Agung M Prasetyo usai berbuka puasa bersama wartawan di Gedung Kejagung, kemarin.

Namun, dia belum memastikan kasus dugaan korupsi dana Bansos, BOS dan Bagi Hasil Pajak akan meningkat ke penyidikan. "Tunggu saja," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Penyidikan pada Jampidsus Sarjono Turin mengakui kasus itu tengah diselidiki oleh Kejagung. Namun, dia belum menjelaskan lebih detil kronologi kasus tersebut. "Kasus itu terjadi pada dua tahun anggaran. Jumlahnya sekitar Rp2 triliun," katanya.

Kasus yang pernah ditangani oleh Kejati Sumut, sebelumnya telah digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Bahkan, kasus ini sudah sudah diputus oleh majelis hakim PTUN, Selasa (7/7) lalu, dengan mengabulkan gugatan Ahmad Fuad, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut.

PTUN menyatakan bahwa Kejati Sumut telah menyalahgunakan wewenang dalam melakukan tugasnya atas pemeriksaan Ahmad Fuad yang disangka terlibat tindak pidana korupsi dana bansos.

Terkait gugatan yang dikabulkan PTUN, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhada lima orang yang diduga terlibat suap dan gratifikasi.

Kelimanya adalah Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro; dua hakim anggota Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting; Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan; serta seorang pengacara yang bekerja pada kantor firma hukum Kaligis & Associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry.

Mereka adalah pihak-pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Medan pada Kamis (9/7). Kelima orang itu ditangkap di kantor PTUN Medan. KPK menemukan barang bukti berupa uang ribuan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Selain menangkap kelima tersangka itu, KPK juga menetapkan pengacara kondang, OC Kaligis, sebagai tersangka baru terkait dugaan suap dan gratifikasi tersebut.(ydh)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.