Kejagung Tingkatkan ke Penyidikan Kasus Dana Bansos Sumut

indopos.co.id – Perkara dugaan korupsi penggunaan dana Bantuan Sosial dan dana Bantuan Operasional Sekolah serta Bagi Hasil Pajak dari APBD Provinsi Sumatera Utara tahun 2011-2013 statusnya ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Upaya itu dilakukan setelah Tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) menemukan bukti yang kuat atas penyelewengan dana APBD tersebut senilai Rp2 triliun.

"Perkara tersebut sudah meningkat ke penyidikan sejak 23 Juli 2015 atau setelah lebaran. Penyidik baru seminggu bekerja, kan boleh bernafas dulu," ungkap Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), R Widyo Pramono, Jumat (31/7).

Diakuinya pihaknya belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut mengingat penyidikan harus dilakukan secara hati-hati dan teliti. Namun dia memastikan dalam waktu dekat penyidik yang diketuai Victor Antonius akan melakukan pemeriksaan secara intens, guna menentukan pihak yang ikut terlibat. "Tunggu saatnya (penetapan tersangka), kemudian hasil penyidikan itu akan dipublikasikan," ucapnya.

Perkara yang pernah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebelumnya telah digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Bahkan, kasus ini sudah sudah diputus oleh majelis hakim PTUN, Selasa (7/7) lalu, dengan mengabulkan gugatan Ahmad Fuad, Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut.

PTUN menyatakan bahwa Kejati Sumut telah menyalahgunakan wewenang dalam melakukan tugasnya atas pemeriksaan Ahmad Fuad yang disangka terlibat tindak pidana korupsi dana bansos.

Terkait gugatan yang dikabulkan PTUN, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhada lima orang yang diduga terlibat suap dan gratifikasi. Kelimanya adalah Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro; dua hakim anggota Amir Fauzi dan hakim Dermawan Ginting; Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan; serta seorang pengacara yang bekerja pada kantor firma hukum Kaligis & Associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry.

Mereka adalah pihak-pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Medan pada Kamis (9/7). Kelima orang itu ditangkap di kantor PTUN Medan. KPK menemukan barang bukti berupa uang ribuan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Selain menangkap kelima tersangka itu, KPK juga menetapkan pengacara kondang, OC Kaligis, sebagai tersangka baru terkait dugaan suap dan gratifikasi tersebut. (ydh)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.