Kenaikan Pajak Barang Impor Agar Produk Lokal Bisa Bertahan

Jakarta -Kebijakan menaikkan tarif bea masuk atau 'pajak' impor terhadap produk konsumsi impor akan mendorong industri lokal tumbuh. Industri lokal bisa bersaing menghadapi persaingan dengan barang impor yang selama ini lebih kompetitif.

"Tarif bea masuk itu dinaikkan, pertama tentunya kita lihat itu sebagai salah satu upaya pemerintah dorong produksi dalam negeri dan agar industri kita bisa bertahan terhadap produk impor. Kita berikan kesempatan industri dalam negeri agar daya saingnya meningkat," kata Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis, di kantornya, Senin (27/7/2015)

Ia mengatakan setiap tahun tarif bea masuk barang tertentu selalu direvisi termasuk ada potensi naik atau turun. Selain bea masuk, biasanya ada tarif tambahan seperti bea masuk anti dumping.

"Kalau ada produk ternyata dijual dengan dumping di Indonesia akan berikan tambahan bea masuk," katanya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan tarif bea masuk barang-barang yang masuk ke Indonesia (impor). Mulai dari makanan, minuman, pakaian, tas, alat musik, alat kesehatan dan yang lainnya.

Kenaikan tarif barang-barang impor tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015 tentang penetapan sistem klarifikasi barang dan pembebanan‎ tarif bea masuk atas barang impor.

Dalam aturan tersebut, dikatakan alasan perubahan tarif sesuai dengan evaluasi perkembangan dan kondisi perekonomian terkini.‎ Aturan akan berlaku 14 hari setelah diundangkan, yaitu pada 23 Juli 2015.

Berikut beberapa daftar barang impor yang tarif bea masuknya naik:

  • Kopi impor dengan tarif bea masuk menjadi 20%
  • Teh impor dikenakan bea masuk menjadi 20%
  • Sosis impor menjadi 30%
  • Daging-dagingan yang diolah atau diawetkan dengan bea masuk 30%
  • Ikan-ikanan dengan rata-rata bea masuk 15%-20%. Ikan sarden dan salmon 15%, sementara ikan tuna 20%
  • Kembang gula tidak mengandung kakao rata-rata bea masuk 15%-20%. Contohnya permen karet impor 20%
  • Roti, kue-kue kering, biskuit impor 20%
  • Sayuran yang diawetkan 20%
  • Es krim dan es lain yang dapat dimakan mengandung kakao maupun tidak 15%
  • Minuman fermentasi dari buah anggur segar termasuk minuman fermentasi yang diperkuat menjadi 90%
  • Piano termasuk piano otomatis, piano tegak, grand piano 15%
  • Alat kecantikan tubuh tarif bea masuk impornya menjadi 10-15%
  • Perlengkapan dapur, peralatan makan, peralatan rumah tangga lain dan peralatan toilet dari plastik menjadi 20%-22,5%
  • Tas dan aksesoris tas 15-20%
  • Pakaian dan aksesoris pakaian dari kulit samak 12,5%-15%, sedangkan dari kulit berbulu 15%-20%
  • T-Shirt, singlet, kaus kutang rajutan dan lainnya menjadi 25%
  • Pakaian bekas dan barang bekas lainnya menjadi 35%
  • Kutang, korset rajutan atau tidak bea impor menjadi 22,5 %-25%
  • Wig, jenggot, alis, bulu mata palsu dan sejenisnya dari rambut manusia atau bulu hewan 15%
  • Barang higienis atau farmasi (termasuk dot) dari karet seperti kondom dan dot botol minuman impor menjadi 10%
  • Barang perhiasan dan bagiannya dari logam mulia atau dari logam yang dipalut dengan logam mulia impor dikenakan bea masuk menjadi 15%
  • Lemari pendingin, lemari pembeku impor menjadi 15%
  • Kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 orang atau lebih dikenakan bea masuk impor menjadi 20%-50 %
  • Mobil dan kendaraan bermotor lainnya yang dirancang untuk pengangkutan orang dikenakan tarif bea masuk impor menjadi 50%.
(hen/hen)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.