Kepemilikan Properti Asing Bisa Dongkrak Penerimaan Pajak

JAKARTA - Pemerintah berwacana untuk memberikan hak kepemilikan properti kepada warga negara asing (WNA). Namun hal tersebut menuai kecaman dari beberapa pihak karena dianggap tidak nasionalistis.

Ketua Kehormatan Real Estate Indonesia (REI) Enggartiasto justru memandang berbeda akan hal tersebut. Justru menurutnya, hal tersebut bisa meningkatkan penerimaan dan geliat investasi untuk negara.

"Kan pemerintah juga mengenakan PPnBM untuk properti. Untuk WNA dibatasi saja minimal beli yang Rp5 miliar agar kena pajak. Kemudian tambahkan lagi saja pajaknya. Bisa dibayangkan penerimaan pajaknya, belum lagi runtutannya," ujar Enggar di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (8/6/2015).

Enggar mengakui, dengan diizinkannya warga asing memiliki properti akan membuat harga tanah meroket. Namun hal tersebut bisa dikendalikan jika pemerintah mengeluarkan kebijakan zonasi khusus untuk properti asing. Dengan begitu lonjakan harga tanah tidak akan mempengaruhi wilayah lainnya.

"Bisa di daerah tertentu seperti SCBD, Batam dan daerah-daerah komersial lainnya. Nah untuk wilayah lainnya seperti rumah sederhana bisa dilakukan zonasi juga. Lagi pula itu kan hanya sewa, barangnya juga tetap ada di sini bukan seperti lego yang bisa dibawa," tambahnya.

Untuk merealisasikan hal itu, lanjut Enggar, diharuskan adanya amandemen Undang-Undang Pokok Agraria. Sehingga zonasi untuk properti asing tersebut dapat terlaksana.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.