KP2KP Majenang Budayakan Bayar Pajak dengan “CEPAK”

Budayakan Bayar Pajak dengan Celengan Pajak

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Baru Orang Pribadi usahawan di wilayah distrik Majenang, Selasa, 9 Juni 2015 bertempat di gedung KPRI Sejahtera Majenang, Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Majenang menyelenggarakan penyuluhan kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak baru orang pribadi usahawan yang terdaftar pada tahun 2014 dengan kategori Penghasilan dari usaha yang memiliki peredaran bruto tertentu kurang dari 4,8 milyar rupiah (PP 46 Tahun 2013).

Sebagian besar dari para usahawan yang diundang tersebut adalah Wajib Pajak Baru Orang Pribadi Usahawan kategori “Non Filler” yaitu mereka yang mendaftarkan diri guna memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai persyaratan pencairan kredit usaha dari perbankan dan tidak pernah membayar pajak serta melaporkan kewajiban perpajakannya.

Walaupun sudah mendapatkan penjelasan awal mengenai kewajiban pemilik NPWP pada saat pengambilan Surat Keterangan Terdaftar NPWP di Kantor Pelayanan Pajak, kebanyakan dari mereka belum sepenuhnya menyadari akan kewajiban perpajakan setelah memiliki NPWP.

Kegiatan ini sengaja dilaksanakan sore hari agar tidak menganggu aktifitas bisnis para usahawan. Selain mengundang para usahawan, pada acara ini turut diundang pula perwakilan perbankan pemberi kredit pinjaman. Penyuluhan perpajakan diawali kata sambutan dari Slamet Rijadi Sugiharto selaku Kepala KP2KP Majenang mengenai arti pentingnya pajak bagi penyelenggaraan negara.

Selanjutnya Slamet juga menguraikan beberapa kewajiban perpajakan para Wajib Pajak Usahawan pasca mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP, antara lain kewajiban melakukan pembayaran pajak di kantor pos/bank serta pelaporan pajak di Kantor Pelayanan Pajak.

Guna memotivasi para Wajib Pajak Usahawan untuk bersedia memenuhi kewajiban perpajakannya dalam acara ini juga diputar film “Bayar Pajak Itu Hebat” yang mengisahkan semangat ibu Sarimpi pedagang pasar dari Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang untuk turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan rutin membayar pajak di Kantor Pos.

Ibu Sarimpi dalam film tersebut juga mengajak kepada para pedagang lainnya untuk ikut membayar pajak demi kelancaran pembangunan. Untuk membangkitkan semangat pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) final 1% bagi para Wajib Pajak Usahawan, pada kesempatan ini juga diputar film kedua yang menceritakan tabungan atau celengan pajak PP46 usahawan Rumah Makan guna meringankan kewajiban pembayaran PPh final 1 % setiap bulan.

Film ini merupakan karya produksi dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purbalingga. Setelah pemutaran film ini, kepada para Wajib Pajak Usahawan juga dibagikan Celengan Pajak atau “Cepak” sebagai tempat penampungan sementara pembayaran pajak dari penyisihan 1 % dari peredaran bruto setiap harinya. Setiap akhir bulan uang yang terkumpul dalam “Cepak” disetorkan ke Kantor Pos atau Bank paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.

Di sesion kedua tampil Tri Imam Nugroho selaku penyuluh KP2KP Majenang memberikan penjelasan teknis pembayaran dan pelaporan pajak. Kepada para Wajib Pajak diperkenalkan sarana pembayaran pajak dengan elektronik billing system (e-billing) dan pembayaran pajak melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Berikutnya Imam juga menjelaskan tata cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) masa dan tahunan dengan contoh studi kasus.

Para Wajib Pajak Usahawan yang hadir antusias menyimak penjelasan dari kedua narasumber dan beberapa di antara para peserta mengajukan pertanyaan. Pada kesempatan ini Slamet menerangkan bahwa tahun 2015 adalah tahun pembinaan Wajib Pajak. Oleh karenanya guna menghindari pengenaan sanksi administrasi atas keterlambatan pembayaran maupun pelaporan, dihimbau kepada para Wajib Pajak untuk melaksanakan pembayaran pajak dan pelaporan pajak secara tertib sesuai ketentuan.

Khusus kewajiban perpajakan tahun pajak 2014 yang belum dibayar agar segera dilakukan pembayaran serta pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunannya. Sebelum berakhirnya acara ini kepada para Wajib Pajak diminta untuk mengisi lembar kuisoner yang telah dibagikan sebelumnya.

Di penghujung acara, Slamet meminta komitmen para peserta penyuluhan untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku sebagai wujud konstribusi penyelenggaraan negara. Tepat pukul 17.30 WIB acara diakhiri dengan foto bersama para Wajib Pajak Usahawan sukses dengan narasumber.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.