KPP Pratama Kedaton Sita Asset Milik Penannggung Pajak

Tanah yang disita milik Penanggung Pajak

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kedaton pada Selasa, 28 Mei 2015, melaksanakan sita terhadap objek sita berupa sebidang tanah kebun seluas 3.304 m2 terletak di desa Pemanggilan Kecamatan Natar Lampung Selatan milik penannggung pajak PT. BIP.

Penyitaan dilakukan sebagai satu upaya penegakan hukum terhadap Wajip Pajak, karena Wajib Pajak tidak mengindahkan himbauan agar melunasi tunggakan hutang pajaknya yang saat ini berjumlah sebesar Rp 837.996.261,- (delapan ratus tiga puluh tujuh juta sembilan ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus enam puluh satu rupiah), sehingga Juru Sita mengeksekusi asset Penanggung Pajak.

Penyitaan adalah tindakan yang dilakukan Juru Sita Pajak untuk menguasai harta Wajib Pajak atau Penanggung Pajak guna dijadikan jaminan untuk melunasi utang pajak menurut Undang Undang-Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

Adapun yang menjadi objek sita adalah harta penggung pajak yang dapat dijadikan jaminan utang pajak, harta tersebut dapat berupa barang bergerak maupun barang tidak bergerak.

Penyitaan merupakan langkah strategis dan merupakan salah satu bentuk penegakan hukum untuk mengamankan penerimaan pajak. Apabila objek sita berupa tanah tersebut sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan Wajib Pajak tidak melunasi hutang pajaknya maka akan dilelang setelah syarat-syaratnya terpenuhi.

Tags: 


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.