Menggoreng Tax Amnesty

Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III DPR RI/Presidium Nasional KAHMI/Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia

Tax amnesty (pengampunan pajak) akan membunuh kepatuhan masyarakat wajib pajak.

Maka Presiden Joko Widodo jangan ceroboh agar tidak terperangkap, sebab wacana sekaligus desakan untuk segera memberlakukan kebijakan tax amnestyadalah "proyek" sekelompok orang yang ingin mencari untung dari upaya penghapusan hampir Rp80 triliun piutang pajak.

Menurut Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) per 2013, jumlah piutang pajak bruto pada neraca tercatat Rp103,24 triliun. Dari jumlah itu, piutang pajak bruto pada Ditjen Pajak mencapai Rp77,36 triliun. Diperkirakan bahwa persentase terbesar dari piutang pajak itu bersumber dari dana orang kaya Indonesia yang disimpan di luar negeri.

Piutang pajak sebesar itulah yang ingin "digoreng" oleh sekelompok orang sebagai proyek dengan modus tax amnesty. Kalau piutang pajak sebesar itu dikurangi atau dihapuskan dengan pendekatan tax amnesty, taruhannya adalah masa depan kepatuhan rakyat membayarkan kewajiban pajaknya.

Para penggagas kebijakan tax amnesty mengemukakan bahwa pengampunan pajak diperlukan untuk memancing atau menarik pulang dana orang kaya Indonesia yang disimpan di luar negeri, utamanya di Singapura dan Belanda, karena adanya perjanjian perpajakan (tax treaty) dengan Indonesia.

Tahun lalu, seorang direktur bank BUMN mengungkapkan jumlah uang orang kaya Indonesia yang disimpan di Singapura mencapai RP4.000 triliun. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat pada tahuntahun mendatang. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) boleh dijadikan acuan.

Pertumbuhan rata-rata jumlah orang kaya di Indonesia yang memiliki aset finansial minimal USD1 juta mencapai 7,5% per tahun. Merekalazimdisebut high net worth individual (HNWI). Jumlah riilnya saat ini sekitar 40.450 orang. Komunitas HNWI inilah yang memanfaatkan tax treaty untuk menempatkan dananya di Singapura dan Belanda agar terhindar dari kewajiban pajak di Indonesia.

Dari kecenderungan peningkatan jumlah HNWI di Indonesia itu, konsultan McKinsey & Company memperkirakan dana orang kaya Indonesia yang diparkir di luar negeri bakal mencapai USD250 miliar pada 2016. Dan, sekitar USD200 miliar di antaranya disimpan di Singapura.

Kalau orang-orang kaya itu mau membawa pulang uangnya ke Indonesia, mereka hanya dibebani pembayaran pajak antara dua hingga lima persen saja dari total utang pajak masingmasing pemilik dana. Begitulah konsep awal yang sudah disiapkan para penggagas tax amnesty.

Selanjutnya...

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.