Pajak minuman manis dianjurkan naik 20%

Kenaikan pajak sebesar 20% untuk produk minuman manis harus diberlakukan untuk mengatasi krisis obesitas, kata Asosiasi Medis Inggris (BMA).

Ikatan para dokter melandasi saran mereka pada laporan ilmiah berjudul Food for Thought yang menyebutkan bahwa sebuah kaleng soda berukuran 330ml amat mungkin mengandung sembilan sendok teh gula penuh kalori.

Laporan itu mengatakan pajak pada sejumlah kelompok makanan – seperti pajak minuman manis di Meksiko – terbukti mengurangi konsumsi.

Para dokter mengatakan setidaknya 20% kenaikan pajak perlu diberlukan untuk membendung konsumsi gula yang berlebihan.

Bila kenaikan itu diberlakukan, kaleng soda seharga 65 pence (sekitar Rp 13.400) akan menjadi 78 pence (Rp 16.000) dan sebuah botol minuman soda dua liter akan naik dari £1.85 (Rp 38.100) menjadi £2.22 (Rp 45.800).

Dr Shree Datta, dari Asosiasi Medis Inggris, mengatakan kepada BBC: "Saya pikir ini adalah masalah besar dengan adanya fakta meningkatnya obesitas. Kita menghadapi kemungkinan 30% populasi Inggris menjadi kelebihan berat badan pada 2030, sebagian besar karena tingginya jumlah gula yang kita konsumsi tanpa sadar."

Pendekatan utama pemerintah terhadap obesitas adalah bekerja sama dengan industri makanan agar mereka menurunkan kandungan kalori. Di sisi lain, uang pajak ekstra akan berguna untuk mensubsidi buah-buahan dan sayuran segar.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.