PP Nomor 40 Tahun 2015 - Penyerahan Air Bersih Yang Dibebaskan dari Pengenaan PPN



PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 40 TAHUN 2015

TENTANG

PENYERAHAN AIR BERSIH YANG DIBEBASKAN DARI PENGENAAN

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
:
a.
bahwa air merupakan kebutuhan dasar,  untuk menjamin ketersediaan  air  dan  mendukung  kebijakan  Pemerintah mengenai pengembangan  sistem  penyediaan  air  minum, perlu  memberikan  fasilitas perpajakan  atas  penyerahan air bersih;


b.
bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana dimaksud  dalam  huruf  a  dan  untuk  melaksanakan ketentuan  Pasal  16B  ayat  (1)  Undang-Undang  Nomor  42 Tahun  2009  tentang  Perubahan  Ketiga  atas  UndangUndang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan
Nilai  Barang  dan  Jasa  dan  Pajak  Penjualan  atas  Barang Mewah, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Penyerahan  Air  Bersih  yang  Dibebaskan  dari  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai;
Mengingat
:
1.
Pasal  5  ayat  (2)  Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik Indonesia Tahun 1945;


2.
Undang-Undang  Nomor  8  Tahun  1983  tentang  Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas  Barang  Mewah  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  1983  Nomor  51,  Tambahan  Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Nomor  3264)  sebagaimana telah  beberapa  kali  diubah  terakhir  dengan  Undang Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas  Barang  Mewah  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2009  Nomor  150,  Tambahan  Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5069);
Menetapkan
:
PERATURAN  PEMERINTAH  TENTANG  PENYERAHAN  AIR BERSIH  YANG DIBEBASKAN  DARI  PENGENAAN  PAJAK PERTAMBAHAN NILAI.


Pasal 1


Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan:


1.
Pengusaha  Kena  Pajak  adalah  pengusaha  yang melakukan  penyerahan  Barang  Kena  Pajak  dan/atau penyerahan  Jasa  Kena  Pajak  yang  dikenai  pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai.


2.
Faktur  Pajak  adalah  bukti  pungutan  pajak  yang  dibuat oleh  Pengusaha  Kena  Pajak  yang  melakukan  penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak.


3.
Pajak  Masukan  adalah  Pajak  Pertambahan  Nilai  yang seharusnya  sudah  dibayar  oleh  Pengusaha  Kena  Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan/atau perolehan Jasa  Kena  Pajak  dan/atau pemanfaatan  Barang  Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean dan/atau pemanfaatan  Jasa  Kena  Pajak  dari  luar  Daerah  Pabean dan/atau impor Barang Kena Pajak.


Pasal 2


Atas  penyerahan  air  bersih  oleh  pengusaha  dibebaskan  dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.


Pasal 3


(1)
Air  bersih  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  2  terdiri atas:
a.  air bersih yang belum siap untuk diminum; dan/atau
b.  air  bersih  yang  sudah  siap  untuk  diminum  (air minum).


(2)
Air  bersih  yang  sudah  siap  untuk  diminum  (air  minum) sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  huruf  b  tidak termasuk air minum dalam kemasan.


Pasal 4


(1)
Pengusaha  yang  melakukan  penyerahan  air  bersih sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  2  wajib  melaporkan usahanya  untuk dikukuhkan  sebagai  Pengusaha  Kena Pajak.


(2)
Pengusaha  Kena  Pajak  yang  melakukan  penyerahan  air bersih  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  wajib menerbitkan  Faktur  Pajak  sesuai  dengan  ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang perpajakan.


(3)
Kewajiban  melaporkan  usaha  untuk  dikukuhkan  sebagai Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  sesuai  dengan  ketentuan  Peraturan  Perundangundangan.


Pasal 5


Pajak  Masukan  atas  perolehan  Barang  Kena  Pajak  dan/atau Jasa  Kena  Pajak  yang  digunakan  untuk  menghasilkan  air bersih tidak dapat dikreditkan.


Pasal 6


Pada  saat  Peraturan  Pemerintah  ini  mulai  berlaku,  Pasal  1 angka  1  huruf  g  dan  Pasal  2  ayat  (2)  huruf  g  Peraturan Pemerintah  Nomor  12  Tahun  2001  tentang  Impor  dan/atau Penyerahan  Barang  Kena  Pajak  Tertentu  yang  Bersifat Strategis  yang  Dibebaskan  dari  Pengenaan  Pajak Pertambahan  Nilai  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia Tahun 2001 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia  Nomor  4083)  sebagaimana  telah  beberapa  kali diubah  terakhir  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  31 Tahun  2007  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun 2007  Nomor  69,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 4726) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.


Pasal 7


Peraturan  Pemerintah  ini  mulai  berlaku  pada  tanggal diundangkan.


Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan pengundangan  Peraturan  Pemerintah  ini  dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.







Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 Juni 2015
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
JOKO WIDODO


Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 23 Juni 2015
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
YASONNA H. LAOLY
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 145

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.