Sektor Properti Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta - Ketua Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Amran Nukman mengatakan, sektor properti yang menyumbang 10-15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, semestinya dapat diperhitungkan oleh pemerintah. Kebijakan pemerintah saat ini yang memprioritaskan pengejaran pajak, salah satunya dari properti, itu kontraproduktif bagi pertumbuhan properti.

"Pajak itu menyebabkan penurunan drastis pada properti. Pertumbuhan yang diharapkan menjadi sulit tercapai," kata dia, kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini.

Padahal, katanya, kajian REI dan Universitas Indonesia (UI) menyebutkan bahwa sektor properti terkait dengan 175 industri dan jasa terkait. Ketika pertumbuhan properti membaik, industri-industri itu praktis juga ikut terkerek. Demikian pula sebaliknya.

Saat ini, tegas dia, secara umum penjualan properti merosot berkisar 40-50 persen. Hal itu, lanjutnya, menyebabkan proyek yang sedang dikerjakan pun ikut menurun sehingga penyerapan tenaga harian menjadi berkurang.

Menurut Amran Nukman, untuk mendongkrak properti butuh peningkatan daya beli masyarakat. Kemampuan daya beli masyarakat saat ini menurun karena gaji yang diterima jumlahnya tetap.

Padahal, katanya, jumlah gaji itu semula bisa untuk mencicil rumah, kini sudah tidak lagi karena lebih besar dipakai untuk kehidupan sehari-hari seperti transportasi yang naik, harga sandang pangan juga naik.

"Saat ini, gaji tidak naik sebanding lurus dengan kenaikan harga-harga," ujar.

Dia berharap, pemerintah mengembalikan kondisi ke keadaan semula, misalnya, besaran pajak seperti pada 2013 dan sebelumnya. Kebijakan yang euforianya mendorong pertumbuhan justeru menjadi kontraproduktif.

"Pengetatan LTV yang katanya mencegah overheat justeru menjadi properti tidak bergerak. Demikian pula kebijakan KPR indent, pengetatan LTV, dan tingginya suku bunga perbankan," tutur Amran.

Selain itu, tambahnya, pemerintah mesti gencar menggelontorkan APBN salah satunya lewat program pembangunan infrastruktur. "Kami merasa infrastruktur yang terkait pembangunan properti masih terasa kurang," tukasnya.

Edo Rusyanto/Imam Mudzakir/FER

Investor Daily

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.