Semester I 2015, Laba BRI Naik Tipis

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama entitas anak usaha mencatat perolehan laba bersih setelah pajak sebesar Rp11,95 triliun per Juni 2015 atau tumbuh 2,2% secara tahunan.

Perolehan laba bersih BRI tumbuh terbatas akibat tekanan beban bunga dan kenaikan beban pencadangan. Tekanan beban bunga tercermin dari penurunan margin bunga bersih (NIM) sedangkan beban cadangan naik akibat kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL)

Berdasarkan laporan keuangan publikasi yang diterbitkan BRI, per Juni 2015 NIM bank spesialis kredit mikro ini turun 105 bps menjadi 7,88%. Ini terjadi karena beban bunga BRI tumbuh 38% sedangkan pendapatan bunga naik 18,5%. Alhasil pendapatan bunga bersih BRI tumbuh 8,22%.

Hingga Juni 2015, beban bunga BRI meningkat lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga karena pertumbuhan penghimpunan dana didorong oleh produk deposito berbunga mahal. Jumlah deposito naik 26%, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan giro dan tabungan yang memiliki tingkat bunga rendah.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, BRI telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah melalui anak usaha sebesar Rp524,66 triliun atau tumbuh 9,97%. Pertumbuhan kredit juga diikuti oleh kenaikan rasio NPL gross sebesar 26 bps menjadi 2,33%.

Akibat kenaikan NPL, beban kerugian penurunan nilai atau impairment BRI mengalami kenaikan sebesar 27% menjadi Rp3,99 triliun.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.