Sisa 6 Bulan, Jokowi Minta Setoran Pajak Rp 1.295 T Terus Digenjot

Jakarta -Penerimaan pajak pada tahun ini hanya diproyeksikan terealisasi sebesar 92% dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 sebesar Rp 1.295 triliun.

Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berupaya keras agar mencapai target. Meski sisa waktu yang tersedia hanya tinggal enam bulan ke depan.

"Ya Presiden minta dipastikan, cari program yang lain lah. Dia siap dukung kok semua program," ujar Sigit saat meninggalkan Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Menurutnya, Jokowi juga mengerti bahwa sekarang perekonomian nasional tengah lesu dan dalam tren perlambatan. Sehingga ikut berpengaruh terhadap penerimaan pajak.

"Beliau. Dia cuma minta dicari jalan keluar, diupayakan agar tercapai," sebutnya.

Pada awalnya ada optimisme target penerimaan pajak Rp 1.295 triliun akan mudah tercapai karena ada dukungan data dari berbagai pihak. Namun, meski berat, Sigit akan tetap akan mengejar target dengan berbagai cara.

"Kan waktu itu beliau juga hadir saat mempresentasikan data dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Beliau kan juga hadir waktu itu, maka beliau yakin bisa," kata Sigit.

Menurut data proyeksi penerimaan pajak semester I-2015, penerimaan pajak Rp 477 triliun, antara lain:
1. Pajak Migas Rp 27 triliun (54,5% dari target).
2. Pajak non migas Rp 450 triliun (36,1% dari target) yang terdiri dari PPh non migas Rp 263,1 triliun (41,8% dari target), PPN Rp 183,7 triliun (31,9%), PBB Rp 600 miliar (2,3%), pajak lainnya Rp 2,5 triliun (21,7%).

(mkl/hen)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.