Tarif Cukai Rokok Belum Naik, Berikut Alasannya

JAKARTA - Pemerintah mengaku belum memutuskan kenaikan tarif cukai rokok. Pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai saat ini masih melakukan intensifikasi atau pebgawasan terlebih dahulu mengenai cukai rokok.

"Belum ada keputusan. Kita masih ingin intensifikasi atau pengawasan dulu. Strateginya pengawasan," ujar Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Sebelumnya, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang merencanakan adanya kenaikan tarif cukai rokok pada tahun ini hingga 27 persen. Terlebih lagi, menurut data dari riset yang dilakukan Deutsche Bank, harga rokok di Indonesia paling murah dibandingkan negara lainnya dengan cukai yang masih sangat rendah .

Namun, Haru mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penindakan dan verifikasi administrasi untuk penerimaan cukai tersebut.

"Sekarang itu kemarin bea cukai di 30 Juni sudah dapat 39,82 persen kalau enggak salah dari target APBN," kata Heru.

Nantinya, kenaikan tarif cukai rokok akan melihat perkembangan dari pertumbuhan rokok itu sendiri, seperti trend jumlah produksi rokok.

"Saya tidak ngomong ada atau tidak ada. Tapi kita lihat perkembangan. Ada beberapa faktor, jumlah produksinya, produksi rokok, jadi kita lihat nanti," tandas dia.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.