Atasi Defisit Dana BPJSK, DPR: Ambil Setengah Cukai Rokok!

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini menargetkan dalam Panja Badan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK) merumuskan regulasi baru yang mengatur sejumlah persoalan BPJSK di lapangan.

Dia mengusulkan jalan keluar agar BPJSK dapat memiliki dana yang mencukupi adalah dengan mengajukan usulan agar 50 persen cukai rokok yang setiap tahunnya sebesar Rp170 triliun itu diperuntukkan untuk BPJSK Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dana tersebut nantinya dapat digunakan memperbaiki fasilitas dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Amel menyebutkan sejumlah negara lain juga melakukan hal yang sama, di mana cukai rokok diperuntukan untuk sektor kesehatan.

"Di dunia international, dana cukai rokok 50 persen dikembalikan pada anggaran kesehatan masyarakat. Mudah-mudahan dengan dibantu dorongan dari semua pihak, kajian saya tersebut dapat diterima," harapnya, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Amel menambahkan, untuk dapat memaksimalkan pelayanan BPJSK setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp72 triliun per tahun. Jika seluruh rakyat digratiskan berobat maka strategi sumber pendanaan yang cukup efektif salah satunya meminta 50 persen hasil cukai rokok untuk membiayai BPJS.

"Karena hasil cukai rokok ini per-tahun bukup besar yaitu sekitar Rp170 triliun," ujarnya.

SAW

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.