Bea Cukai Gagalkan Ekspor Tiga Barang Ilegal Rp32,98 Miliar

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil menggagalkan upaya ekspor tiga barang ilegal dengan nilai barang ditaksir mencapai Rp32,98 miliar. Ketiga barang tersebut berupa cangkang kerang kepala kambing, kayu gelondongan dan rotan, serta bijih merkuri.

"‎Kemenkeu, Bea Cukai yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil melakukan penegahan (penggagalan upaya ekspor ilegal). Sebab, barang-barang tersebut berpotensi merusak lingkungan dan alam," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu, Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2015).

Ia menjelaskan, pencobaan ekspor ilegal satwa yang dilindungi berupa cangkang kerang kepala kambing sebanyak satu kontainer berukuran 40 feet. Diperkirakan nilai kerang langka tersebut mencapai Rp20,4 miliar dengan negara tujuan ekspor ke Tiongkok.

"Modusnya, mengekspor barang dengan diberitahukan secara tidak benar berita spesimen yang diduga termasuk ke dalam satwa yang dilindungi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tumbuhan dan satwa yang dilindungi," papar dia.

Kedua, lanjut dia, adalah pencegahan eksportasi kayu dan rotan yang diduga hasil illegal loging dengan berbagai macam ukuran sebanyak 11 kontainer ukuran 40 feet, rotan setengah jadi sebanyak satu kontainer ukuran 40 feet, kayu gelondongan dalam berbagai ukuran sebanyak 9 kontainer ukuran 20 feet dan 3 kontainer ukuran 40 feet. Ditaksir, nilai barang tersebut mencapai Rp4,23 miliar.

Sedangkan yang menjadi negara tujuan ekspor adalah Hong Kong, Sri Lanka, Amerika Serikat, Jerman dan Taiwan. Ketiga, ungkap dia, Bea Cukai juga berhasil melakukan pencegahan bijih merkuri dengan potensi kerugian negara sebanyak Rp8,32 miliar dengan negara tujuan ekspor bijih merkuri tersebut hanya ke Hong Kong.

"Potensi kerugian negara, kerugian materiil sebesar nilai barang dan immateriil yaitu adanya potensi kerusakan sumber daya alam dan juga pencemaran lingkungan hidup akibat kegiatan penambangan ilegal. Selain itu, produk yang dihasilkan dari pengolahan biji‎ merkuri berupa Merkuri atau air raksa merupakan bahan berbahaya dan beracun yang apabila terasimilasi dengan zat lainnya dapat menyebabkan dampak kerusakan lingkungan hidup yang sistematis," pungkas Bambang.

SAW

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.