Kanwil Ditjen Pajak Jabar II Sandera Penunggak Pajak

indopos.co.id – Berbagai upaya dilakukan Ditjen Pajak untuk mencapai target penerimaan Tahun Anggaran 2015 yang dibebankan APBN sebesar Rp.1.295 triliun. Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat II yang wilayah kerjanya meliputi 12 Pemerintah Kota dan Kabupaten bagian utara Jawa Barat terdiri dari 1 KPP Madya dan 16 KPP Pratama, mendapat alokasi target sebesar Rp. 45,9 triliun.

Untuk merealisasikan target tersebut, Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat II melaksanakan tindakan 'law enforcement' yang salah satunya adalah penyanderaan (gijzeling).

Tindakan penyanderaan yang dilaksanakan oleh Kanwil Ditjen
Pajak Jawa Barat II adalah upaya terakhir untuk memaksa para
penunggak pajak melunasi tunggakan pajaknya. Sebelum
disandera, terhadap penunggak pajak telah dilakukan tindakan
penagihan secara persuasif melalui penyampain Surat Teguran dan Surat Paksa.

Terhadap penunggak pajak, Ditjen Pajak telah melakukan tindakan penyitaan harta kekayaan penunggak pajak, pemblokiran rekening sampai tindakan pencegahan bepergian ke luar negeri.

Penyanderaan dilakukan karena penunggak pajak tidak mempunyai itikat baik untuk melunasi tunggakan pajaknya, namun disisi lain penunggak pajak tersebut memiliki kemampuan untuk melunasi nya.

Sampai awal Agustus 2015 dari Kanwil Ditjen Pajak Jawa Barat II telah berhasil mencairkan tunggakan pajak sebesar Rp. 136,34 miliar atau sebesar 28,9 persendari target pencairan tunggakan pajak sebesar Rp. 472,4miliar.

Tindakan penagihan yang telah dilakukan yaitu penyitaan dan pelelangan harta kekayaan penunggak pajak sebanyak 615 penunggak pajak, permintaan pemblokiran rekening penunggak pajak sebanyak 668penunggak pajak dan ad 49
penunggak pajak yang rekeningnya telah diblokir, permintaan tindakan pencegahan bepergian ke luar negeri sebanyak 33 penunggak pajak dan telah 5 orang penunggak pajak yang dicegah bepergian ke luar negeri.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jawa Barat II , Angin Prayitno Aji menjelaskan bahwa terdapat 3 perusahaan yang penanggung pajaknya saat ini telah disandera. Total tunggakan pajak 3 perusahaan tersebut sebesar Rp.32,6 miliar.

Para penanggung dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pasir Tanjung Cikarang Bekasi dan penanggung pajak CV IM dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon. Menurut Angin, pihaknya akan segera melepas penunggak pajak jika hutang pajaknya telah di lunasi.

Angin juga mengingatkan bahwa penunggak pajak yang lain yang saat ini dalam pantauan proses gizjeling, untuk segera melunasi tunggakan pajaknya jika mereka tidak ingin mengalami nasib seperti penunggak pajak yang saat ini disandera. Sebenarnya Ditjen Pajak telah memberikan kelonggaran para penunggak dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/KMK.03/2015 tentang

Penghapusan Sanksi Administrasi Bunga Penagihan jika
penunggak pajak melunasi tunggakan pajaknya sebelum 1 Januari 2016. Namun jika tidak segera melunasi tunggakan pajaknya, maka tindakan penagihan aktif akan dilakukan .

"Oleh sebab itu, manfaatkan segera penghapusan sanksi bunga tadi dengan melunasi tunggakan pajaknya sehingga wajib pajak tidak sempat menghuni Lapas ini,"ujar Angin kepada wartawan. (jpnn)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.