Ken Dwijugiasteadi: Pengawasan dan Konsultasi Pegang Peran Strategis dalam Penerimaan Pajak

Membuka acara Forum Nasional Pengawasan dan Konsultasi Tahun 2015, Staf Ahli Bidang Penegakan Hukum Perpajakan Kementerian Keuangan RI, Ken Dwijugiasteadi menyampaikan pesannya kepada para pegawai pajak yang menjalankan fungsi pengawasan dan konsultasi dari seluruh Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di Medan ini menghadirkan kurang lebih 370 Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Konsultasi dan Kasi Bimbingan Pengawasan dari seluruh unit vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
“Dalam rangkaian sistem self assessment yang kita anut, pembinaan, penelitian dan pengawasan memegang peranan penting dalam kepatuhan Wajib Pajak,” demikian Ken memulai sambutannya.
Sebagaimana diatur dalam pasal 12 ayat (3) Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), “Apabila Direktur Jenderal Pajak mendapatkan bukti jumlah pajak yang terutang menurut Surat Pmberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 tidak benar, Direktur Jenderal Pajak menetapkan pajak yang terutang”.
“Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak sudah mengeluarkan kebijakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak (TPWP) 2015. Ini adalah langkah awal,” ungkap Ken.
Namun demikian, pegawai pajak harus dapat menelisik kebenaran laporan SPT Wajib Pajak dengan berbagai cara, diantaranya dengan “follow the money” dan mengawasi aliran pusat-pusat data.
Dalam konsep “follow the money”, pegawai pajak harus memastikan adanya Subjek Pajak dan Objek Pajak terlebih dahulu pada setiap potensi pajak yang diperolehnya. “Anda mendapati data eksternal yang berbicara potensi pajak, harus jelas terlebih dahulu siapa Subjek Pajaknya dan apa Objek Pajaknya,” jelas Ken.
Selanjutnya pegawai pajak harus memastikan, kapan suatu penghasilan yang dianggap sebagai potensi pajak diperoleh, untuk memastikan saat terutangnya pajak. Kemudian, pegawai pajak juga harus memastikan dimana aset atau penghasilan tersebut disimpan, ini untuk memastikan penagihan pajaknya lancar.
“Jadi ini tidak mudah, semua harus didasarkan pada undang-undang dan ketentuan perpajakan yang berlaku,” ungkapnya. “Jadi pegawai pajak tidak mudah pekerjaannya, tapi kalian tidak boleh putus asa,” ujar Ken memberikan motivasi kepada peserta.
“Paling tidak, kalian sebagai pegawai pajak harus memahami bagaimana aliran data terkait perekonomian berasal,” jelasnya sembari memberikan penjelasan detil terkait sewa, upah, bunga, modal, keuntungan, pasar produk dan pasar uang.
Selanjutnya, Ken menyoroti peran pegawai pajak yang menjalankan fungsi pengawasan dan konsultasi. “Pengawasan harus diimbangi dengan konsultasi. Kemampuan Wajib Pajak dalam melunasi utang pajak sangat ditentukan kualitas konseling yang diberikan. Kadang ada kompromi, namun harus selalu bedasarkan aturan perpajakan yang ketat,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Ken menyampaikan pesannya agar pegawai yang bertugas dalam fungsi pengawasan dan konsultasi ikhlas dalam menjalankan peran tersebut. “Saya yakin dengan kemampuan yang kalian miliki, kalian bias menjalankan fungsi ini dengan baik,” pungkasnya.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.