Kesadaran Wajib Pajak Masih Rendah karena Tunggak Tax Amnesty

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghitung hingga Juni 2015, realisasi penerimaan dari reiventing policy berupa penghapusan sanksi administrasi pajak bagi wajib pajak yang diterapkan Mei lalu hanya membuahkan sebesar Rp30 triliun.

"Sampai dengan Juni udah masuk Rp30 triliun," kata Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito seperti diberitakan di Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Padahal, kata Sigit, pihaknya telah melakukan sosialisasi yakni dengan cara memberikan imbauan pada seluruh kantor pajak di Indonesia. Namun nyatanya, tidak seperti yang ditargetkan sebelumnya.

Sigit mengatakan, kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak masih rendah, karena mereka umumnya menunggu kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak dengan menghapus pajak terhutang dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif yang lebih rendah, bagi para wajib pajak yang memarkir dananya di luar negeri.

"Wajib pajaknya ragu-ragu, kan sebagian ada yang nunggu tax amnesty, orang enggak mau pada bayar karena nunggu itu," ujar dia.

Untuk menggenjot penerimaan lebih baik lagi, Ditjen Pajak terus berupaya semaksimal mungkin yakni salah satu caranya dengan memerintahkan seluruh pegawai pajak untuk bekerja hingga pukul 19.00 malam. Karena menurutnya, dengan penambahan jam kerja maka imbauan yang akan dilakukan lebih banyak lagi.

"Karena kalau kita lihat, jumlah imbauan dan jumlah penerimaan pajak berbanding lurus. Kanwil yang jumlah imbauannnya banyak, pencapaiannya bagus. Misal Jabar 2, Jatim 1, dia banyak sekali memberikan imbauan. Kita minta semua AR (account representative) untuk kerja sampai jam 7 malam ditambah kita akan awasi jumlah imbauan suratnya, kan produk mereka imbauan," jelas Sigit.
SAW

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.