Tiga Arahan Jokowi untuk Ditjen Bea Cukai

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja memanggil Direktur Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Heru Pambudi. Usai pertemuan, Heru menjelaskan, Jokowi memberikan tiga arahan kepada DJBC.

Arahan pertama, supaya DJBC meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang kebutuhan pokok yang ilegal seperti beras. kedua, supaya DJBC berkontribusi bersama dengan tim dari Menko Maritim untuk menurunkan dwelling time di semua fase, baik di fase custome maupun post clearence. Ketiga, DJBC diminta supaya memastikan tidak ada praktik-praktik yang tidak benar di pelabuhan, misalnya penyuapan atau uang-uang yang tidak benar.

"Saya kira tiga perintah itu yang disampaikan. Langsung saya akan tindak lanjuti," kata Heru di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Heru menambahkan, untuk arahan yang pertama, dirinya akan menurunkan tim patroli DJBC, karena potensi penyelundupan beras ilegal banyak terjadi di pantai timur Sumatera. Jadi DJBC mempunyai pangkalan dan nanti akan dicoba lakukan patroli laut secara lebih intensif lagi dan koordinasi antara kantor Batam, kantor Tanjung, Balai Karimun dan kantor-kantor di semua daratan Sumatera.

"Untuk yg dwelling time kita memang sudah berkordinasi dengan Menko maritim dan menko perekonomian, nah inilah yang nanti akan coba kita konkritkan di tindaklanjuti. Ketiga, untuk upaya Bea Cukai untuk memastikan tidak ada praktik-praktik yang tidak benar di pelabuhan kami akan menurunkan unit kepatuhan internal kami, langsung ke semua titik-titik rawan yang barangkali ada dugaan praktik-praktik yang tidak benar," sebutnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.