Bea Cukai Sita 57,7 Kilogram Sabu-sabu

Jakarta - Sebanyak 57,7 kilogram sabu-sabu berhasil disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandar Lampung yang disembunyikan dalam tiga kontainer di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. sabu-sabutersebut diselundupkan melalui enam buah cartridge toner printer, tiga buah gas blower, empat mesin pemotong rumput, delapan buah mesin pompa air, dan 27 buah mesin motor.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, pengiriman sabu-sabu ini memanfaatkan pengiriman dokumen impor yang sudah memiliki izin untuk masuk ke Indonesia. "Setelah digeledah ternyata isinya sabu-sabu tapi tidak ada pelakunya," ujar Heru di Auditorium Sabang, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (14/9).

Pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap pemilik barang haram tersebut. Hasilnya, sebanyak 11 WNI dan empat orang WNA asal Nigeria berhasil diringkus pada awal September lalu. Dari hasil pemeriksaan ternyata salah satu pelaku di antaranya adalah warga binaan salah satu lapas di Jakarta dan satu orang lagi merupakan tahanan pada rumah detensi imigrasi.

Selama ini, lanjutnya, Bea dan Cukai telah berfokus pada pengamanan di pelabuhan laut resmi maupun tidak resmi di pesisir Sumatera. Namun menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak pelabuhan tambahan dari barat hingga ke ujung timur Indonesia. Pihaknya telah memperkuat pengamanan dengan mengerahkan sekitar 200 kapal patroli. "Rencananya kita akan tambah lagi dua kapal patroli ukuran 60 meter untuk mengamankan daerah pesisir," katanya.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Deddy Fauzi Elhakim menjelaskan, dalam penyelundupan melalui pelabuhan, pengiriman biasanya dilakukan dengan memecah barang menjadi paket kecil. sabu-sabu ini dikirimkan melalui bandar-bandar kecil dan kurir yang ada di Indonesia.

"Pengendali besarnya ada di Nigeria dan Tiongkok. Seperti biasa, kurirnya kebanyakan perempuan karena terpikat pria asal Nigeria," jelasnya. Pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan terkait bertambahnya jumlah pelaku.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam dikenai UU Nomor 35/2009 tentang narkotika Pasal 112 Ayat (2), Pasal 113 Ayat (3), Pasal 114 Ayat (2), Pasal 132 Ayat (1) dan (2) dengan masa hukuman bervariasi dan maksimal pidana mati.

Suara Pembaruan

Priska Sari Pratiwi/AF

Suara Pembaruan

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.