Bos Mandiri Senang Ada Diskon Pajak Deposit

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam paket kebijakan tahap II atau September II memberikan insentif menggiurkan bagi para eksportir yang memarkir devisa hasil ekspor (DHE) nya di sistem perbankan dalam negeri.

Dijelaskan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, insentif yang diberikan untuk para eksportir adalah berupa pengurangan pajak bunga deposito bagi mereka yang dananya 'parkir' di Indonesia. Pasalnya, selama ini, para eksportir lebih memilih menyimpan dananya di luar negeri dibandingkan perbankan dalam negeri.

Menanggapi aturan tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menilai, kebijakan ini bisa menambah likuiditas dolar dalam negeri yang selama ini terbilang minim.

"Itu insentif agar para eksportir menaruh uangnya di deposito. Jadi akan menambah usd di negara ini," kata Budi di Gedung DPR, Selasa (29/9/2015).

Sekadar informasi, eksportir yang menyimpan DHE nya di dalam negeri selama ini berlaku pajak bunga deposito 20 persen. Sementara dalam paket September II ini tarifnya akan lebih bervariasi, tergantung seberapa lama mereka memarkirkan dananya di dalam

Berikut penjelasannya :

1. Untuk DHE yang disimpan di dalam negeri selama satu bulan dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS), maka tarif pajak depositonya diturunkan menjadi 10 persen. Jika dananya disimpan dalam tiga bulan pajaknya turun lagi jadi 7,5 persen, dan enam bulan turun menjadi 2,5 persen.

2. Kalau di atas enam bulan 0 persen alias tidak kena pajak bunga deposito. Itu kalau menyimpannya tetap dalam mata uang dolar, tapi di deposito perbankan Indonesia.

3. Sementara jika DHE nya dikonversi menggunakan mata uang Rupiah, makan akan diberikan insentif lebih menarik yaitu dalam satu bulan yakni dapat langsung memperoleh tarif bunga deposito sebesar 7,5 persen

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.