Cukai Rokok Naik, Pelaku Industri Khawatir Kehilangan Pangsa Pasar

JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen. Akan tetapi, rencana tersebut dinilai memberatkan bagi para pelaku industri rokok.

Dewan Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Kartono Muhammad mengatakan, pertentangan industri rokok terhadap kenaikan cukai lantaran kekhawatiran akan kehilangan pangsa pasar. Mengingat konsumsi masyarakat berpenghasilan menengah bahkan rendah sangat besar terhadap rokok.

"Kenaikan cukai industri tidak akan merugi, mereka khawatir dengan kenaikan cukai membuat orang miskin tidak dapat membeli. Jadi takut kehilangan pangsa pasar," ujar Kartono kepada Okezone, belum lama ini.

Kartono mengungkapkan, padahal dengan kenaikan cukai 5 persen saja industri rokok mampu menyumbang cukup besar bagi pemasukan negara. "Kalau dinaikkan 5 persen saja, bisa sumbang sekitar Rp1 triliun. Sekarang pemasukan Rp130 triliun bisa jadi Rp260 triliun, jadi kalau pemerintah ingin pendapatan cukai naik ya bisa saja asal ketat," imbuhnya.

Sementara itu, aturan cukai bagi industri rokok dalam negeri yang belum maksimal. Membuat petani tembakau dalam negeri menjadi tertekan, karena hasil industri tak berkenan menyerap hasil tembakau lokal.

"Lebih buruk aturan cukainya lebih rumit di Indonesia, rokok linting tangan dan linting mesin dibedakan. Pemerintah harus benahi tata niaga tembakau, jangan sampai menekan petani tembakau karena petani tembakau tidak bisa jual produksi langsung ke pabrik, harus ke tengkulak," jelas dia.

Selain membuat tata niaga yang baik terhadap industri rokok, pemerintah disarankan untuk mendorong perbankan agar membantu permodalan bagi para petani tembakau. Pasalnya, sejauh ini perbankan tidak berani memberikan pinjaman permodalan bagi para petani tembakau.

"Pabrik juga memakan petani tembakau, harus ada aturan bahwa misalnya gunakan tembakau impor 70 persen dan 30 persen lokal. Pemerintah harus permudah permodalan petani, belum ada perbankan yang mau berikan kredit karena resikonya lebih besar dan tembakau sangat fluktuatif," pungkasnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.