DJP Akan Himpun Kerugian Pajak Rp3,3 Triliun Bulan Depan

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada awal Oktober nanti akan melakukan upaya penghimpunan kerugian pajak sebesar Rp3,3 triliun dari hasil pelanggaran penggunaan faktur pajak fiktif di wilayah Jakarta.

Upaya tersebut dilakukan dengan memanggil para wajib pajak (WP) yang menggunakan faktur pajak fiktif. Total dari kerugian Rp3,3 triliun tersebut tercatat ada 5.948 pengguna faktur pajak fiktif. Seluruhnya akan dipanggil secara bertahap untuk dilakukan pembinaan.

"Kami mulai pertama dari yang besar-besar dulu. Mudah-mudahan mereka bisa memenuhi pembayaran kewajiban tersebut pada tahun ini," tutur Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP Mekar Satria Utama di Gedung DJP, Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Lebih lanjut Satria menjelaskan, sebenarnya total kerugian negara dari penggunaan faktur pajak fiktif di seluruh Indonesia mencapai Rp6,5 triliun. Dari total tersebut jumlah pengguna faktur pajak fiktif sebesar 11 ribu WP.

Menurut catatannya, dari total tersebut sudah ada yang diklarifikasi sebanyak Rp1,4 triliun dari Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan lainnya. Sementara yang sudah diakui untuk dilakukan pembayaran Rp953 miliar. Sedangkan yang sudah dibayar baru Rp227 miliar hingga saat ini.

"Jadi DKI Jakarta setengahnya. Potensi yang bisa diraup mendapatkan fresh money sekira Rp1 triliun dengan asumsi yang mengaku menggunakan faktur pajak fiktif 80 persen," pungkasnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.