DPR: Tak Cukup Revisi Target RPABN 2016, Pemerintah Harus Lakukan Ini-JPNN.com

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR, Jon Erizal mendorong pemerintah memberlakukan banyak insentif ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja baru di masyarakat.

Menurut Jon Erizal, kemauan pemerintah merevisi asumsi makro ekonomi dalam RAPBN 2016 harus diapresiasi, baik target pertumbuhan ekonomi, kurs rupiah, inflasi hingga surat hutan negera. Tapi kebijakan tersebut harus didukung kebijakan lain yang mampu merangsang pasar.

Sebagai contoh, pemerintah sudah sepakat menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 22 ke 12 persen, tapi itu hanya untuk debitur baru. Seharusnya, harus ada kebijakan insentif bagi debitur lama yang telah mendapat pembiayaan kredit.

"Bagaimana dengan KUR lama yang sudah dapat kurs sebelumnya. Kami mendorong yang lama harus dikasih insentif bunga juga, sehingga ada ruang untuk sektor konsumtif mereka. Kalau konsumsi jalan, ekonomi juga bergerak," kata politikus PAN itu di gedung DPR Jakarta, Rabu (23/9).

Kemudian pihaknya menapresiasi adanya insentif bagi para investor dalam paket kebijakan ekonomi yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Hanya saja insentif itu hanya berlaku bagi investor baru dengan nilai investasi di atas Rp1 triliun. Bagaimana dengan investor lama?

"Permasalahan ada lagi, bagaimana dengan investor yang sudah lama, dapat insentif tidak. Mereka sudah ikut berjuang dengan segala kesulitan, tentu mereka iri. Jangan sampai mereka merasa tidak diperhatikan terus pindah. Jadi kebijakannya harus atraktif dan implementatif," katanya.

Yang tak kalah penting, Jon meminta pemerintah memacu sektor penerimaan, baik pajak/cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak dan penerimaan lainnya harus ditingkatkan. Selain itu, pemerintah harus mengupayakan untuk tidak berutang untuk menutupi kekurangan penerimaan dan rendahnya serapan anggaran.

"Poinnya besarnya, gunakan anggaran untuk hal-hal yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menambah lapangan kerja," pungkasnya.(fat/jpnn)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.