Gayus Keluyuran Bukti Mental Pegawai Lapas Tak Beres

JAKARTA - Kemunculan terpidana 30 tahun kasus korupsi dan mafia pajak, Gayus Halomoan Partahanan Tambunan nongkrong di sebuah restoran di Jakarta, bukti kebobrokan mentalitas pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas).

Anggota Komisi III DPR,Desmond Junaidi Mahesa mengatakan, meski tidak semua pegawai lapas bermental payah, tentunya Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja anak buah yang berulah negatif. Sehingga di dalam lapas sendiri tidak terjadi praktik suap menyuap.

"Adanya mental ketidakberesan pegawai lapas. Kalau beres taat, enggak ada yang kayak gini, Gayus melakukan suap menyuap. Jadi, Menkumham harus melakukan perbaikan," kata dia kepada Okezone, Rabu (23/9/2015).

Desmond mengaku tidak percaya jika ada oknum pegawai lapas yang menerima suap dari napi hanya karena disebabkan oleh minimnya kesejahteraan. Pasalnya, kesejahteraan mereka selama ini toh selalu diperhatikan.

"Kesejahteraan saya perhatikan selalu ada perubahan, ini bicara mentalitas dan integritas. Gayus ini kecil, dulu Artalyta, sudah tidak aneh kamar sudah dikontrak pakai AC. Petugas juga menjual lapak tidur," ungkapnya.

Sidang Lanjutan Gayus

Oleh karenanya, politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa jika ada oknum pegawai lapas terbukti melakukan penyimpangan, maka harus dilakukan penindakan tegas.

"Harus mulai ditertibkan dan diubah sistemnya, kalau anggaran (kurang) ya tinggal ngomong," tandasnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.