Genjot Cukai di Tengah Ekonomi Sulit, Pemerintah Dianggap Abai-JPNN.com

JPNN.com - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengatakan bukan waktu yang tepat bagi pemerintah menggenjot cukai di saat ekonomi sedang lesu. Apalagi kenaikan target pedapatan cukai dipaksakan di sektor tembakau.

"Yang mencapai target selalu cukai rokok, industri yang memiliki sifat kepribumian. Tapi ini pun mulai diganggu. Sebaiknya pemerintah tidak usah menaikan cukai tembakau. Ingat, yang bikin tidak sehat tidak cuma rokok tapi juga polusi-polusi di jalan," tegas Fuad, dalam sebuah diskusi, Rabu (2/8).

Seperti diketahui, pemerintah berencana menggenjot kenaikkan cukai rokok lebih 20 tahun 2016. Oleh Fuad, rencana kenaikan dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap industri nasional.

Pemerintah akan menerapkan kenaikan cukai pada 2016 mencapai Rp 148,9 triliun. Kenaikkan cukai setinggi itu tercantum dalam nota keuangan dan keterangan pemerintah tentang RUU APBN 2016. Target tersebut dinilai memberatkan karena peningkatannya mencapai 23,6% dibandingkan dengan target cukai 2015 yang tertuang di APBN yang diteken di September 2014, yaitu sebesar Rp 120,6 triliun.

Fuad mencurigai, di balik rencana kenaikan cukai itu ada titipan pihak tertentu. Sebab, secara objektif, industri rokok paling banyak lokal kontennya, seperti bahan baku, tenaga kerja, bahkan kontribusi ke penerimaan negara lebih dari 50 persen.

"Target pajak dan cukai pemerintah terlalu ambisius. Padahal dalam tiga tahun terakhir kinerja perpajakan di tiap semester I hanya 43 persen. Sekarang saja semester I baru 37 persen," tandasnya.

Imbas dari kenaikan target cukai yang eksesif, apalagi dibarengi dengan melemahnya daya beli masyarakat,akan langsung dirasakan oleh pabrikan rokok, tenaga kerja, serta petani tembakau dan cengkeh. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir saja, ratusan perusahaan rokok gulung tikar dan telah terjadi PHK besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan kecil maupun besar.

"Cukai rokok satu satunya pajak yang tercapai targetnya tahun 2014 dan 2015. Sudah tinggi tapi bisa tercapai, jangan dimusuhi karena banyak juga unsur komponen di dalam negerinya. Jangan terlalu serakah nanti malah matiin, jangan terus diuber uber nanti malah gembos," tandas Fuad.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.