KPP Pratama Bitung Lakukan Penyitaan Aset Penunggak Pajak

Tindakan Penyitaan oleh KPP Pratama Bitung

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bitung pada hari Selasa 8 September 2015 melakukan penyitaan atas aset Wajib Pajak Badan yaitu CV. A.

Penyitaan ini dilakukan oleh Juru Sita Pajak Negara (JSPN) KPP Pratama Bitung dan berhasil menyita 1 (satu) unit mobil Ford Ranger, 1 (satu) unit mobil Daihatsu Gran Max dan 1 (satu) unit mobil Isuzu Panther Pick Up milik CV. A.

Penyitaan ini merupakan tindakan penagihan aktif atas pajak terutang yang belum dilunasi oleh Wajib Pajak tersebut sesuai Surat Ketetapan Pajak (SKP) yang telah diterbitkan. Wajib Pajak CV.A memiliki utang pajak sebesar Rp. 257 juta.

Tindakan penagihan aktif mulai dilakukan apabila setelah jatuh tempo Surat Ketetapan Pajak, Wajib Pajak belum melakukan pembayaran atas pajak terutang yang tercantum pada SKP tersebut.

Berdasarkan UU No 19 Tahun 2000 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa, tindakan penagihan pajak dimulai dengan Surat Teguran, Surat Paksa, Surat Pemberitahuan Melakukan Penyitaan dan dilanjutkan dengan eksekusi sita.

Barang yang dapat disita adalah barang bergerak yang dimiliki oleh Wajib Pajak dan penanggung pajak serta nilainya sesuai dengan utang pajak yang masih harus dilunasi oleh penunggak pajak.

Tindakan Penyitaan ini merupakan komitmen Jenderal Pajak untuk bertindak tegas dalam menjalankan aturan terhadap penunggak pajak.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.