KPP Pratama Pematang Siantar Gandeng Wajib Pajak Potensial Melalui Tax Gathering

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pematang Siantar menyelenggarakan Tax Gathering bersama para Wajib Pajak di Siantar Hotel Pematang Siantar, Rabu (9/11). 150 orang Wajib pajak yang hadir dalam acara ini merupakan para Wajib Pajak besar dan potensial yang terdaftar di wilayah kerja KPP Pratama Pematang Siantar.

Acara dimulai jam 19:00 WIB dibuka langsung oleh Rudi Fitris Kepala KPP Pematang Siantar juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Utara II, Yunirwansyah beserta Kepala Bidang.

Tax Gathering dalam bentuk dialog dan diskusi ini dibawakan langsung oleh Yunirwansyah, dengan materi yang disampaikan tentang hak dan kewajiban Wajib Pajak, khususnya pada tahun 2015 sebagai “Tahun Pembinaan Wajib Pajak (TPWP)” dan yang tidak kalah pentingnya peranan para Wajib Pajak untuk kemakmuran bangsa dan pembangunan negara.

"Karena seperti yang kita ketahui, Pajak merupakan tulang punggung pendapatan Negara, hal ini tercermin dalam APBN tahun 2015 dimana penerimaan dari sektor pajak memberi kontribusi lebih dari 74% dari Pendapatan Negara atau sebesar Rp.1.294,3 T. Sampai dengan tanggal 31 Juli 2015 realisasi penerimaan pajak secara nasional  baru mencapai Rp.603,68 T atau sekitar 46.64% dari target yang dicanangkan," ungkapnya.

Pada acara ini Yunirwansyah juga menyampaikan beberapa point penting yang terdapat dalam PMK Nomor  91/PMK.03/2015 Tentang Pengurangan Atau Penghapusan Sanksi Administrasi Atas Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, dan Keterlambatan  Pembayaran Atau Penyetoran Pajak dan Nomor 29/PMK.03/2015 Tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Bunga Yang Terbit Berdasarkan Pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang KUP.

Wajib Pajak diberi kesempatan untuk mendaftar NPWP, melaporkan pajak dan atau membetulkan laporan pajaknya bila dirasa selama ini laporan pajaknya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Atas sanksi keterlambatan, sanksi administrasi dan sanksi bunga yang timbul akan mendapat fasilitas untuk dihapuskan.

Diharapkan kepada Wajib Pajak yang hadir khususnya dan masyarakat pada umumnya dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi Negara kita tercinta ini dengan membayar pajak sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga, penerimaan negara yang menjadi tujuan utama Direktorat Jenderal Pajak dapat tercapai demi kesejahteraan bersama, karena #PajakMilikBersama.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.