KPP Pratama Sintang Selenggarakan Tax Gathering dan Dialog Perpajakan

Falih Alhusnieka, Milton Crosby, Petrus Martono, Taufik Wijiyanto, M. Andi Seijo Nugroho

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sintang mengadakan acara Tax Gathering dan Dialog Perpajakan bertempat di Hotel Sakura (15/9/2015) kemarin. Acara yang dimulai pukul 19.00 itu dibuka oleh Kepala KPP Pratama Sintang, M. Andi Setijo Nugroho diadakan untuk mensosialisasikan program Direktorat Jenderal Pajak yang menetapkan tahun 2015 ini sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak yang sekaligus juga sebagai ajang untuk lebih mempererat hubungan antara petugas pajak dengan para Wajib Pajak di Kabupaten Sintang.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan, Petrus Martono dalam sambutannya menjelaskan pencanangan Tahun 2015 sebagai tahun pembinaan wajib pajak merupakan bagian dari strategi pengamanan penerimaan pajak 2015 sebesar Rp. 1.295 triliun yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi berdasarkan data pihak ketiga, antara lain data dari PPATK, OJK, BI, BPN Kementerian dan Lembaga.

DJP melihat masih adanya peluang dalam meningkatkan penerimaan pajak, diantaranya tax ratio yang masih rendah, adanya Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum tersentuh dan data eksternal yang akan membantu Ditjen Pajak untuk mencapai target penerimaan. 

Dalam acara tersebut juga digelar dialog interaktif yang menghadirkan mantan Bupati Sintang, Milton Crosby, Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalbar, Taufik Wijiyanto dan Kepala KPP Pratama Sintang, Andi Setijo Nugroho sebagai Narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Milton Crosby mengatakan peranan pajak sangat penting bagi negara. Dimanapun Negara di dunia ini harga diri bangsa itu tercermin dalam kemandiriannya. Untuk itu ia mengajak seluruh warga Kabupaten Sintang untuk aktif berpartisipasi menopang kemandirian bangsa dengan membayar pajak dengan baik dan benar.

"Membayar pajak jangan dijadikan sebagai beban, tetapi hal itu (membayar pajak-red) merupakan penghargaan kita sebagai Warga Negara untuk ikut berperan dalam pembangunan", jelasnya.

Taufik Wijiyanto dalam dialog tersebut mengatakan bahwa potensi pajak di Kalimantan Barat masih sangat besar, dari data yang dimiliki Kanwil DJP Kalimantan Barat saat ini ada 1200 Wajib Pajak yang sedang dihimbau dengan potensi pajak yang seharusnya mereka bayar sebesar 500 milyar dan sebagian dari Wajib Pajak tersebut juga ada di Kabupaten Sintang sehingga Ia juga menghimbau Wajib Pajak di Kabupaten Sintang untuk memanfaatkan benar tahun pembinaan Wajib Pajak ini, karena di tahun 2015 ini apabila Wajib Pajak melaporkan/membetulkan Surat Pemberitahuan (SPT) 5 tahun terakhir (tahun pajak 2014 dan sebelumnya) serta menyetorkan kekurangan pembayaran pajaknya akan mendapatkan insentif berupa penghapusan sanksi pajak.

Pada acara ini dihadiri oleh lebih dari seratus Wajib Pajak dari wilayah Kab. Sintang. Para Wajib Pajak mengikuti acara dengan antusiasme yang tinggi ditandai lewat banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Narasumber.

Sebagian besar Wajib Pajak menyampaikan permasalahan perpajakan yang dihadapinya dan mekanisme pemanfaatan penghapusan sanksi administrasi. Selain itu, pada acara kali ini juga ditampilkan Tari Buka Umbung yang merupakan salah tari asli Kab. Sintang yang ditampilkan secara apik oleh putra-putri terbaik Kab. Sintang.

Tags: 

Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.