KPP Pratama Surabaya Cantikan Sita Aset Wajib Pajak Nakal

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I dan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surabaya Pabean Cantikan kembali melakukan penyitaan terhadap aset Wajib Pajak yang menunggak pembayaran pajak hingga mencapai Rp 22,9 miliar.

Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Timur I, Teguh Pribadi Prasetya mengatakan langkah penyitaan tersebut merupakan bentuk upaya efek jera terhadap Wajib Pajak nakal.

"Penyitaan ini merupakan yang kedua kalinya tahun ini, yang sebelumnya kami melakukan penyitaan apartemen pada kasus yang berbeda. Tindakan tegas ini kami lakukan karena kami sudah melakukan ultimatum terhadap Wajib Pajak yang bersangkutan tetapi selalu mengingkari janji," jelasnya dalam konferensi pers yang dilakukan di KPP Pratama Surabaya Pabean Cantikan pada Kamis, 3 September 2015.

Adapun Wajib Pajak tersebut adalah badan usaha SPBU berinisial PT. CP yang berlokasi di Jl. Raya Manukan Surabaya. Dari jumlah tunggakan pajak Rp22,9 miliar sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 itu baru terbayar Rp100 juta.

"Ini bukti keseriusan kami. Jika memang nanti seluruh tunggakan pajaknya dibayarkan, maka kami akan mengembalikan aset-aset penunggak pajak yang kami sita. Termasuk SPBU ini," tegas Teguh Pribadi Prasetya setelah melakukan penyitaan.

"Kami bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kanwil DJBC Jawa Timur I dalam menindak tegas Wajib Pajak yang membangkang ini," katanya.

Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelejen dan Penyelidikan P2IP Kanwil DJP Jawa Timur I, Muhsinin mengatakan sebelumnya sudah dilakukan negosiasi antara Wajib Pajak dengan Petugas Juru Sita, dan berjanji akan membayar sedikitnya Rp 8 miliar.

"Namun kami ragu, karena yang teguran tertulis saja tidak dilaksanakan apalagi yang tidak tertulis. Untuk itu kami melakukan penyitaan pada Kamis 3 September 2015 jam 10 pagi," ujarnya.

Tri Hardoto, Kepala Seksi Penagihan KPP Pratama Surabaya Pabean Cantikan, menambahkan, rencananya, KPP Pratama Surabaya Pabean Cantikan masih akan mengejar lagi aset yang dimiliki Wajib Pajak SBPU tersebut yang diduga berada di Sumatera berupa aset lahan dan rumah tinggal.

"Untuk mengejar aset lain, kami sedang koordinasikan dulu dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kepolisian Daerah Jawa Timur," imbuhnya.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.