Pajak Deposito Bank RI Lebih Menarik Dibanding Singapura

JAKARTA - Paket kebijakan ekonomi tahap II atau September II bakal memberikan insentif untuk para eksportir yaitu berupa pengurangan pajak bunga deposito bagi mereka yang memarkir devisa hasil ekspor (DHE) nya di sistem perbankan dalam negeri.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengklaim pajak bunga deposito di perbankan dalam negeri lebih menarik dibandingkan Singapura. Dirinya pun membandingkan pajak bunga deposito di Indonesia dengan negara ASEAN lainnya.

Dalam catatan Bambang, perbankan nasional menerapkan bunga deposito mencapai 11 persen per tahun. Sedangkan, Malaysia, Singapura, dan Thailand memberikan bunga simpanan di level 2-4 persen. Hal ini yang menyebabkan, eksportir nasional lebih senang memarkirkan dananya di perbankan luar negeri.

Namun, dengan paket September II ini, pajak bunga deposito di perbankan dalam negeri antara 10 hingga 0 persen. Dengan demikan, pajak bunga deposito di perbankan dalam negeri hanya lebih tinggi 1-2 persen dibandingkan Singapura.

"Ini kita hitung, kami melakukan simulasi tingkat bunga di Indonesia apabila setelah dikurangi dengan pajak bunga deposito ini, masih lebih tinggi 1-2 persen dibanding tingkat bunga Singapura," sebut Bambang di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Bambang menegaskan, dengan kebijakan yang akan segera berlaku ini membuat eksportir tidak punya alasan lagi untuk menaruh dananya di perbankan luar negeri.

"Karena banyak yang disimpan di sana. Artinya seharusnya lebih menarik tingkat bunga yang ada di Indonesia sekarang ini," tukasnya.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.