Pemerintah Naikkan PPN Rokok Jadi 8,7% di 2016

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bakal menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk hasil tembakau atau PPN rokok sebesar 0,3 persen dari 8,4 persen menjadi 8,7 persen dari harga jualnya di 2016.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 174/PMK.03/2015 tentang tata cara penghitungan dan pungutan pajak pertambahan nilai atas penyerahan hasil tembakau yang dikeluarkan 21 September 2015.

Dalam beleid PMK tersebut, yang disadur Metrotvnews.com dari laman Kementerian Keuangan, Selasa (29/9/2015), kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Januari 2016 di mana objek sasarannya meliputi tembakau iris, rokok daun, sigaret, cerutu, dan hasil pengolahan tembakau lainnya.

Dalam beleidnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatur jumlah harga, pergantuan, nilai ekspor, nilai impor, atau nilai yang dipakai sebagai dasar untuk perhitungan pajak.

PPN atas penyerahan hasil tembakau mulai dari tingkat produsen dan/atau importir, pengusaha penyalur hingga konsumen akhir akan dilakukan pemungutan PPN satu kali di tingkat produsen atau importir.


SAW

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.