Perlukah Industri Kreatif Bidang TI Diatur Pemerintah?

Jakarta - Industri kreatif khususnya di bidang teknologi informasi atau TI berpotensi menghasilkan pajak dan devisa yang sangat besar. Namun ada yang menyarankan agar tidak dibuat aturan kalau akhirnya hanya menghambat inovasi.

Demikian sedikit rangkuman diskusi siang ini tentang industri kreatif dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dihelat di Jakarta oleh Pusdiklat Kementerian Luar Negeri bersama CSIS. Beberapa CEO dan pejabat pemerintah hadir dan memberikan paparan.

Kusumo Martanto, CEO blibli.com misalnya, dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah perlu membuat aturan yang menguntungkan semua pihak dan bersahabat dengan inovasi. Jangan sampai mengejar pajak yang selalu dijadikan acuan. "Pertama, buatkah aturan perusahaan TI asing agar masuk Indonesia secara legal," pintanya.

Pihaknya mengaku tidak terlalu khawatir menghadapi persaingan di kalangan ASEAN. Selama ini bibli.com sudah lumayan menyiapkan SDM guna menyongsong MEA. Kelebihan perusahaan diklaimnya adalah mengetahui perilaku konsumen dalam negeri lebih baik dari perusahaan asing.

Di pihak lain Rama Mamuaya, CEO Dailysocial menyatakan bahwa di manapun inovasi dalam bidang TI selalu lebih cepat dibandingkan peraturannya. Jadi pemerintah tidak terlalu risau. "Bahkan ada perusahaan TI di Amerika yang tidak kena pajak tahunan karena belum ada aturannya," imbuhnya.

Yang perlu diperhatikan semua pihak saat ini adalah bahwa perusahaan TI Indonesia sangat kekurangan SDM. Universitas dan perusahaan harus aktif mengembangkan SDM-nya untuk menyongsong persaingan yang makin ketat. Tidak mengherankan kalau gaji programmer saat ini gajinya selangit.

"Programmer tingkat tinggi sekarang gajinya kisaran 50 juta per bulan. Bahkan, ada yang sampai 80 juta walaupun tidak lulus SD. Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi MEA," ujarnya.


(fyk/fyk)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.