Potensi DJP Awas Kanwil DJP Jawa Barat II Capai Rp 4 Triliun

Kakanwil DJP Jawa Barat II, Angin Prayitno Aji memaparkan hasil DJP Awas

Program Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Awas yang dipelopori oleh Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Barat II telah mencapai potensi sebesar Rp 4 Triliun. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jawa Barat II, Angin Prayitno Aji pada acara pembukaan Forum Ekstensifikasi pada hari Senin di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Subang, 14/9/2015.

DJP Awas adalah aplikasi untuk merekam dan melaporkan adanya potensi pajak di suatu tempat tertentu yang nantinya akan disalurkan pada KPP dimana potensi pajak itu berada. Sejak diperkenalkan pertama kali oleh Kanwil DJP Jawa Barat II pada awal tahun ini, telah berhasil menghimpun data potensi pajak di lingkungannya.

Menurut Angin, potensi pajak sebesar itu sayang jika tidak ditindaklanjuti dengan baik. Diakuinya, DJP Awas, memang ditujukan untuk mengatasi kekurangan SDM yang selama ini dikeluhkan sebagian besar Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat II.

Angin menambahkan bahwa dengan adanya aplikasi DJP Awas, seluruh pegawai di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat II dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga ekstensifikasi maupun intensifikasi dari hasil pengamatan pada saat sedang berada atau melewati tempat tertentu.

Pegawai di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat II diharapkan bisa menjadi pengamat dan peduli terhadap potensi-potensi pajak ditempat yang dikungjunginya. "Jadi misalnya kita sedang makan disuatu tempat, rumah makan tersebut ramai pengunjungnya. Ini bisa diamati dan dilaporkan potensi pajaknya melalui aplikasi DJP Awas," ujar Angin.

Angin juga menjelaskan, bagi pegawai yang melaporkan potensi pajak melalui aplikasi tersebut dan ditindaklanjuti dengan penggalian potensi oleh KPP wilayah itu dan menghasilkan penerimaan pajak, maka pegawai tersebut berhak mendapat reward. Menurutnya, reward patut diberikan sebab usaha untuk mengamati potensi pajak tidak mudah dilakukan.

"Kita sediakan motor untuk pegawai yang melaporkan (potensi pajak -red) dan berhasil digali potensi itu," ujarnya bersemangat. Lebih jauh Angin menjelaskan bahwa pegawai yang telah melaporkan potensi pajak di aplikasi tersebut bisa juga mempertanyakan tindak lanjut pelaporannya.

Ini untuk mendesak KPP dimana data itu disalurkan untuk cepat bertindak. Jika KPP tidak menindaklanjuti, maka Kanwil akan menegur KPP yang bersangkutan. "Nanti teguran itu dari saya sendiri. Dimana mandegnya proses tersebut . Yang jelas, saya akan terlibat penuh agar potensi bisa digali," tandasnya.

Acara Forum Ekstensifikasi tersebut diisi dengan agenda mencari pemecahan untuk mendongkrak kinerja Esktensifikasi diantaranya membahas Pemeriksaan Pajak, evaluasi kegiatan Ekstensifikasi dan membahas rencana kerja selama sisa tahun 2015.

Menurut Kepala Bidang Pendaftaran, Ekstensifikasi dan Penilaian, Simon Calvin Tobing, disamping dihadiri oleh seluruh Kepala Seksi Penyuluhan dan Ekstenfisikasi, juga dihadiri oleh petugas ekstensifikasi yang ada di masing-masing KPP di lingkungan Kanwil DJP Jawa Barat II.


Sumber: pajak.go.id

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.