Samsat Lebak Sarat pungli, Kangkangi Pergub Penghapusan Denda Pajak

Kantor Samsat Kabupaten lebak yang diduga sarat pungli

Indopos.co.id– Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Lebak dituding telah mengangkangi dan mengabaikan Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 43 tahun 2015, tentang penghapusan denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), mutasi luar daerah dan pergantian nama pertanggal 11 September  hingga akhir tahun 2015, dengan masih melakukan pungutan terhadap konsumen pembayaran pajak sebesar Rp 35.000 yang diduga masuk ke kantong oknum pejabat di Samsat Lebak

Angga (32), seorang warga Kp Papanggo, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya pembebasan bayar denda PKB,karena  selama ini pemerintah daerah ataupun  petugas Samsat tidak pernah mensosialiasikan kepada masyarakat.

"Saya masih membayar denda PKB sebesar Rp 35.000 untuk pertahun yang dipinta oleh petugas kasir.Tadi saya habis membayar pajak dan dendanya dua tahun sebesar Rp 35 000 x 2 tahun jadi sebesar Rp. 70.000 ribu," ungkapnya kepada INDOPOS,Rabu (16/9).

Ditempat terpisah, Apendi (35), warga Kp/Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung menjelaskan, pemberlakuan bebas denda PKB ini berlaku sejak tanggal 11 September sampai 31 Desember 2015 mendatang,dalam rangka memperingati ulang tahun Provinsi Banten yang ke 15 tahun.

"Samsat Lebak sengaja melakukan pungli untuk kepentingan pribadi, dengan mengabaikan pergub tentang penghapusan denda PKBdan terus emmungut uang dari pemilik kendaraan, " tuturnya .

Menurutnya, selain membebaskan denda PKB, Pemprov Banten juga membebaskan Bea Balik Nama (BBN),ebrdasarkan pergub No 43 Tahun 2015 tentang penghapusan bea balik nama kendaraan bermotor mutasi luar daerah, dan penghapusan sanksi administrasi keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

"Saya tau adanya Pergub itu dari internet dan seharusnya pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.Jika seperti ini,petugas  Samsat memanfaatkan keuntungan pribadi," ungkap Apendi yang juga  ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Lebak.

Sementara kepala seksi (Kasi) PKB dan BBMKB Samsat Lebak, Iwan Mulyawarman,sejak kasus ini mencuat jarang berada di kantor  dan  selalu menghindar saat mau dikonfirmasi.

"Besok kesini lagi saja, soalnya pak Iwan sedang menemani tamu penting dari provinsi, sehingga belum bisa memberikan komentar apa – apa,"ujar Dade, salah seorang anggota Satuan pengamanan (Satpam) Samsat Lebak.(yas)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.