Target Pajak Retribusi Reklame Bakal Diturunkan

indopos.co.id – Sikap pesimistis dari anggota DPRD Kota Bekasi terkait peraihan target pajak retribusi reklame tahun 2015 berdampak kepada penurunan pajak reklame. Yang tadinya Rp 65 miliar menjadi Rp 55 miliar pada target pendapatan kas daerah. "Kami meyakini akan terjadi penurunan. Dan rencana ini masih dibahas oleh seluruh anggota komisi sehingga belum diputuskan. Tapi kami pastikan, pekan depan sudah diputuskan," kata Ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi, Machrul Falak, Minggu (30/8) kemarin.

Falak menambahkan, rencana pe nurunan itu masih dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi dengan Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum (DP3JU) Kota Bekasi. Menurutnya, revisi pajak reklame ini harus segera dilakukan, karena eksekustif diperkirakan tak bisa memenuhinya.

Bahkan, kata Falak, penurunan ini banyak dipengaruhi adanya penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 109 tahun 2012 tentang pembatasan iklan produk tembakau dan Permen PU No 10 tahun 2010 tentang larangan penggunaan papan reklame di atas trotoar dan median jalan.

Menurutnya, kedua aturan itu, sangat mempengaruhi kepada pendapatan pajak reklame, mengingat iklan rokok mendominasi iklan di reklame Kota Bekasi. Selain itu, masih banyak reklame yang berdiri di atas trotoar sehingga terancam ditertibkan. "Turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar juga memengaruhi pendapatan reklame. Perusahaan cenderung menunda memasang iklannya di reklame," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan Umum (DPPPJU) Kota Bekasi, Karto menambahkan, perolehan pajak reklame saat ini baru mencapai Rp 14 miliar. Dia mengkhawatirkan, target itu tidak akan tercapai, sehingga perlu adanya perubahan sistem. "Rencana untuk menurunkan target reklame baru pertama kali terjadi. Ini karena mengacu pada peraturan PP," jelasnya.

Meski begitu, kata Karto, pajak reklame terus terlihat mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, perusahaan mulai kembali memasangkan iklan produknya lewat reklame pada triwulan keempat. "Dari 8.000 papan reklame, ada 200 reklame yang kosong, terutama di jalan protokol," ucapnya.

Karto mengaku, perolehan pajak reklame tahun lalu juga tak sesuai harapan. Dari target Rp 45 miliar pada saat itu, pajak reklame yang tercapai hanya Rp 18 miliar. Bahkan, Karto bakal menertibkan reklame liar. Saat ini, kata Karto jumlahnya tak banyak hanya 20 persen atau 1.600 titik dari total keseluruhan reklame sebanyak 8.000 titik. (dny)

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.