Tolak Kenaikan Cukai Tembakau, Kemenperin Bakal Menyurati Kemenkeu

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Achmad menyatakan pihaknya akan mengirimkan surat secara resmi kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menolak rencana kenaikan cukai tembakau sebesar 23 persen yang akan dilakukan di 2016.

"Kita sudah konsepkan dan akan ditandatangani Pak Menteri (Saleh Husin). Nanti kita serahkan kepada Kementerian Keuangan," tuturnya, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2015).

Dirinya menjelaskan, penolakan Kemenperin dilakukan disebabkan oleh adanya potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mungkin terjadi karena kenaikan cukai tembakau yang membebani industri hasil tembakau.

Apalagi, pada 2014 silam sebanyak ribuan karyawan dari berbagai pabrik rokok di Indonesia harus menerima PHK akibat efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan mereka. Tentu hal ini tidak diinginkan sampai kembali terjadi sekarang ini.

"Kalau tahun lalu (2014) ada terjadi 9.900 PHK di PT Sampoerna khususnya untuk wilayah Lumajang dan Jember. Kalau untuk PT Bentoel sekitar 1.000 dan PT Gudang Garam sekitar 5.000-an," jelas dia.

Untuk itu, Faiz berharap jika kenaikan cukai tidak akan terlalu signifikan. "Kita harapkan ini menjadi sinyal. Diharapkan cukai tidak naik terlalu signifikan karena akan memberatkan produksi," pungkasnya.
ABD

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.