Kepala BKF: Penerimaan Pajak Kurang, Tak Ganggu Anggaran Negara

Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kekurangan pajak (shortfall) tidak akan mengganggu penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Menurut Suahasil, pemerintah sudah mengantisipasi terjadinya shortfall. "Berapa pun shortfall-nya, APBN kami rancang aman," kata Suahasil dalam seminar ekonomi di Kwik Kian Gie School of Business, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015.

Suahasil menyebut batasan aman dari APBN jika shortfall terjadi ialah tidak terjadi defisit anggaran lebih dari 3 persen sesuai dengan amanat undang-undang. Secara khusus, ia tidak menjelaskan skenario yang akan dilakukan ihwal shortfall. Namun pemerintah akan berupaya menjaga agar penerimaan dan pengeluaran berimbang tanpa memotong anggaran kementerian atau lembaga. "Secara resmi, tidak ada pemotongan anggaran," ucapnya.

Suahasil berujar, akibat dari shortfall tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan anggaran pada APBN 2016. Sebab, target penerimaan pajak pada APBN 2016 sudah disesuaikan dengan besarnya shortfall tahun ini. "Jadi target (pajak) tahun depan dihitung dari basis shortfall sekarang," tuturnya.

Anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Hendrawan Supratikno, pun menilai senada. Ia mengatakan, jika shortfall yang terjadi sebesar Rp 120 triliun, hai itu tidak akan berdampak besar pada anggaran negara. Namun, jika sudah menyentuh angka Rp 200 triliun, pemerintah perlu menaruh perhatian.

Agar pada 2016 tidak terjadi shortfall terlalu besar, ucap Hendrawan, parlemen meminta pemerintah menurunkan target penerimaan pajak. "Kami meminta target pajak 2016 sebesar 11,6 persen saja dengan melihat pertumbuhan ekonomi dan inflasi," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Sedangkan ekonom Indef Enny Sri Hartati menuturkan pemerintah tidak perlu ragu memotong atau membatasi anggaran kementerian atau lembaga yang tidak terserap dengan baik. Pasalnya, tidak sedikit kementerian atau lembaga yang belum menyerap jatah anggarannya. "Harus ada kejelasan agar tidak tersandera dengan shortfall," ucap Enny.

Sejauh ini, angka shortfall yang dilansir Direktorat Jenderal Pajak sebesar Rp 120 triliun. Namun Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito memprediksi kekurangan atau shortfall penerimaan pajak tahun depan semakin lebar.

"Awal Juli sebesar Rp 120 triliun. Karena ekonomi yang terus menurun, kami perkirakan nilainya akan membengkak menjadi 150 triliun," ujarnya di Gedung BRI Sentral, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2015.

sumber: http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/10/22/087711845/kepala-bkf-kekurangan-pajak-tak-ganggu-anggaran-negara

Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.